• News

  • Sisi Lain

Kisah Suleman Disergap Penampakan Perempuan Bergaun Merah di Karawang

Satu kendaraan keluar jalur Jalan Raya Layapan Tempuran, Karawang dan meluncur ke persawahan
foto: pelitakarawang.com
Satu kendaraan keluar jalur Jalan Raya Layapan Tempuran, Karawang dan meluncur ke persawahan

KARAWANG, NETRALNEWS.COM – Kisah ini ditulis berdasar kejadian nyata yang dialami oleh seorang warga yang dua tahun silam menjadi saksi keangkeran di lokasi di sekitar Jalan Raya Layapan, Kecamatan Tempuran, Karawang, Jawa Barat.

Di lokasi itu berulang kali terjadi kecelakaan. Penyebabnya, karena jalan tak berbahu, minim penerangan, pengendera atau supir menggunakan kendaraannya sering dengan kecepatan tinggi. Selain itu, ada juga karena faktor x, yakni faktor energi di luar nalar atau berbau mistis.

Tak sedikit warga yang mengaku melihat penampakan aneh di jalan raya maut ini. Penampakan itu diyakini sebagai perwujudan makluk halus. Salah satu yang pernah melihatnya adalah seorang sopir bernama Suleman.

Sesuai catatan yang ia kirimkan ke media pelitakarawang, ia mengalami kejadian mistis baru sekali-kalinya itu saja, dan ia pun heran mengapa kejadiannya persis di jalan yang dikenal angker tersebut.

Malam itu, ia belum tahu kondisi jalanan karena baru pertama kali melewati Jalan Raya Layapan, Tempuran. Ia mengendarai mobilnya dari arah Telagasari. Perjalanan mulanya berlangsung normal tetapi memasuki daerah Pondok Bales ada sesuatu yang aneh.

Persis saat akan melintasi prapatan Pondokbales, mendadak kepalanya pening dan pundak terasa sangat berat. Disusul kemudian, di dalam mobil muncul aroma minyak, mulanya seperti rasa jeruk, kemudian berubah menjadi aroma wangi pandan.

Suleman berusaha tetap fokus dan tidak menghiraukannya. Sesampai di Cinyemplak, mendadak mobil mati tanpa sebab. Suleman pun turun untuk mengecek kondisi mesin.

Suleman tidak menemukan kelainan dalam mesin mobil. Di antara gelap malam, Suleman sempatkan baca doa, berharap mobilnya bisa kembali nyala. Dan saat distarter kembali, alhamdulillah, mesin kembali hidup.

Sampai Jembatan Lemahduhur, Sukeman mencium aroma wangi pandan lagi. Kini jauh lebih menyengat. Tiba-tiba melintas di depan mobilnya, sosok  perempuan mengenakan gaun serba merah.

Suleman serta merta menginjak rem kuat-kuat. Akibatnya, mobil keluar jalur arah kiri dan berhenti  mendadak.  Suleman segera keluar dan melihat arah kolong mobil, khawatir ia menabrak sosok perempuan yang menampakkan diri dan baru saja melintas di depan mobil.

Di kolong mobil tidak ada apa-apa. Badan Suleman kali ini merinding. Rasa penasaran dan takut mulai merayap ke sekujur tubuhnya. Ia kembali lanjutkan perjalanan.

Sebelum sampai di Bodeman Anyar, ada tikungan lumayan tajam. Mendadak, dari kaca depan mobil muncul kabut putih dan terus mengumpul sehingga menutupi kaca mobil. Pandangan arah depan akibatnya terganggu.

Khawatir bisa salah pilih jalan, Suleman kembali menghentikan kendaraannya. Ia mengambil kain lap di bagian bagasi mobil. Anehnya, begitu ia membersihkan kaca, kabut itu tidak bisa hilang seolah lengket di kaca.

Suleman mulai panik karena tiba-tiba, kabut itu tiba-tiba bergerak, bergumpal, dan menjelma menjadi seorang perempuan yang sebelumnya terlihat melintas di jalan Lemahduhur. Ia tak berani menatap wajah sosok perempuan itu. 

Dalam takut dan panik, Suleman ingat akan Tuhan. Sambil pejamkan mata, Suleman mengucapkan Kalam Ilahi berulang-ulang. Badannya sudah basah kuyup oleh keringat dingin. Ia hanya bisa pasrah.

Ia duduk dengan mengikhlaskan badannya teronggok duduk di kursi stir mobil. Kalimat Kalam Ilahi dibaca berulang-ulang.

Sekitar 10 menit kemudian, ia menengok ke belakang. Kembali ia terperanjat. Di dalam mobil juga dipenuhi kabut putih dan menjelma menjadi sosok wajah menyeramkan.

Tak tahan dengan penampakan itu, Suleman memutuskan keluar dari mobil dan berlari sekencang-kencangnya menjauhi mobil, menyusuri pinggir jalan raja. Ketika melihat mobil truk melintas, Suleman berteriak-teriak melambaikan tangan dan minta tolong.

Truk itu berhenti dan menanyakan apa yang terjadi. Untung sopir truk itu baik hati dan tidak menaruh curiga dengan Suleman yang terlihat seperti seorang pria ketakutan. Sementara apa yang diceritakan, di luar nalar biasa.

Nasib baik masih berpihak ke Suleman. Sopir truk itu ternyata mengaku sudah biasa melihat penampakan aneh di jalan itu. Makanya, ia tidak takut dan langsung percaya dengan apa yang dialami oleh Suleman.

Sopir truk itu ternyata memiliki ilmu supranatural. Sebab, begitu turun dari truk dan mendatangi mobil Suleman, ia mengucapkan beberapa kalimat doa. Setelah itu, ia meyakinkan Suleman bahwa roh-roh halus yang mengganggu sudah diminta pergi dengan baik-baik.

Suleman dipersilakan melanjutkan perjalanan. Agar yakin, Suleman diminta berjalan pelan di depan sopir yang mengendarai truk. Tak lama kemudian, mereka kembali melanjutkan perjalanan.

Saat Matahari dini hari mulai menunjukkan batang hidungnya di ufuk Timur, Suleman menghentikan mobilnya disusul truk yang ada di belakangnya. Kebetulan jalanan sedang macet.  Suleman mengucapkan terima kasih kepada sopir truk yang mengenakan baju batik itu.

Sopir itu hanya mengatakan bahwa Suleman adalah orang yang beruntung. Banyak kecelakaan terjadi saat sopir mengalami gangguan seperti yang ia alami. Sekali lagi Suleman mengucapkan terima kasih.

Hingga kini, Suleman masih sering terbayang wajah-wajah mengerikan dan sosok perempuan bergaun merah yang malam itu ia lihat di Jalan Raya Layapan, Kecamatan Tempuran, Karawang.

Editor : Taat Ujianto