• News

  • Sisi Lain

Geger Pemuda Linglung usai Diajak Sosok Perempuan Misterius ke Hutan

Hutan Pinus di Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo.
foto: festivaljalanjalan.com
Hutan Pinus di Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo.

PURWOREJO, NETRALNEWS.COM – Di Purworejo, Jawa Tengah, terdapat lokasi wisata alam yang kini tengah digandrungi kaum milenium, yakni kawasan hutan pinus di Desa Mayungsari, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo.

Mengapa bisa demikian? Sebab, di lokasi ini selain karena alamnya yang menarik dengan rindangnya pohon pinus, hutan ini juga cocok untuk lokasi hunting foto, swafoto, hingga menjadi wahana para pecinta fotografi.

Hutan pinus ini dikelola langsung oleh pemerintah daerah setempat. Area hutan juga biasa digunakan sebagai bumi perkemahan dan biasa dipakai oleh para pelajar. Lokasinya sangat tepat untuk berbagai kegiatan seperti outbond dan adventure.

Hawa udaranya sejuk dan sangat menyehatkan. Hanya saja, bagaimanapun juga, siapapun yang ingin berkemah di sini, sebaiknya tetap mengindahkan kelestarian alam. Dilarang sembrono, dan tidak boleh sembarangan di dalam hutan ketika malam hari.

Dalam pandangan masyarakat Purworejo, di manapun, tidak boleh lupa permisi. Sebab, selain manusia, di sekitar kita juga banyak makhluk halus yang tak kasat mata.

Dahulu, banyak kejadian seorang anak di disesatkan oleh makhluk halus menjelang Magrib. Dalam pandangan masyarakat Purworejo, makhluk itu biasa disebut wewe. Konon, bila seseorang disesatkan dan mau diberi makan, maka anak tersebut akan bisu selamanya.

Penyebab seorang anak bisa disesatkan adalah jika ia lupa sembahyang di saat Azan Magrib. Karena asyik bermain sampai lupa pulang. Saat ingin pulang, ia tiba-tiba lupa jalan pulang. Seolah ingatannya hilang. Ia kehilangan arah.

Dalam kondisi seperti itu, ia memaksakan berjalan dan biasanya akan tersesat ke dalam hutan. Salah satu hutan yang pernah membuat seseorang tersesat adalah hutan pinus yang sedang kita bahas.

Menurut kisah seorang warga yang tak mau disebutkan nama aslinya, Minggu (13/10/2019), sekitar dua tahun silam, ada seorang pemuda belasa tahun, hilang tersesat di dalam hutan pinus tersebut. Nama pemuda itu adalah Pukuh.

Menurut cerita warga, Pukuh pergi menggunakan sepeda motor di sore hari, setelah itu tak diketahui  di mana rimbanya. Keluarga sempat mencari ke sana ke mari hingga akhirnya lapor ke pihak kepolisian.

Dua hari berikutnya, polisi dan keluarganya berhasil menemukan setelah ada laporan warga di daerah Bener yang mengatakan bahwa telah ditemukan sepeda motor di pinggir hutan pinus. Sepeda motor itu ternyata milik Pukuh.

Siang itu pula dilakukan penelusuran ke dalam hutan. Pukuh pun berhasil ditemukan.  Uniknya, saat dipergoki, ia tengah berdiri termenung menatap rimbunan pohon pinus. Pandangannya menerawang seperti orang linglung (hilang ingatan).

Saat diinterogasi polisi, ia mengaku sampai di situ karena diajak empat perempuan aneh yang mengajaknya jalan-jalan ke hutan. Di dalam hutan, Pukuh mengaku diberi minuman dan ia teguk. Setelah itu, ia merasa hilang ingatan.

Fatalnya, ia kemudian ditinggal pergi keempat perempuan itu. Pukuh seorang diri, sedangkan ia tak tahu lagi di mana ia berada.  Akhirnya, Pukuh hanya bisa berdiam diri selama dua hari di tempat itu.

Polisi dan keluarganya pun segera menelusuri keempat perempuan yang disebut Pukuh. Anehnya, tak ada satupun teman yang mengaku berjalan bersama Pukuh.

Tetangga –tetangga yang melihat Pukuh pergi pun hanya melihat ia seorang diri, saat pergi. Padahal, Pukuh mengaku ada satu perempuan membonceng sepeda motornya.

Keanehan dan segala hal yangdiceritakan Pukuh akhirnya membuat warga geger. Banyak yang menduga bahwa Pukuh sebenarnya sedang dibawa oleh sosok-sosok wewe yang ingin menjadikan Pukuh sebagai mangsa. Entah apalah tujuannya.

Misteri kasus Pukuh yang hilang dan ditemukan dengan kondisi linglung hingga kini tak berhasil dibongkar oleh pihak kepolisian. Artinya, tidak ditemukan unsur kriminal, seperti  penggunaan minuman keras, penipuan, dan sebagainya.

Dari tes urine yang dilakukan, Pukuh dipastikan tidak mengonsumsi minuman beralkohol. Artinya, minuman yang diberikan oleh sosok perempuan yang disebut-sebut Pukuh bukan berjenis itu.

Sedangkan penyebab Pukuh menjadi linglung pun juga tak berhasil diketahui polisi. Akibatnya, sas sus tentang roh halus yang menyesatkan Pukuh menjadi lebih santer dan beredar luas di masyarakat.

Pihak polisi hanya menyarankan orang tua Pukuh agar menjaga dan merawat Pukuh agar linglungnya segera pulih. Ia diharapkan tidak keluyuran lagi seorang diri.

Pihak warga sekitar juga diminta tidak mencerca Pukuh dengan pertanyaan-pertanyaan berbau mistis. Bila banyak pertanyaan ditujukan kepadanya, dikhawatirkan, linglung yang dialami Pukuh semakin parah.

Editor : Taat Ujianto