• News

  • Sisi Lain

Ngeri! Peselancar Ini Lihat Penampakan Penghuni Laut Selatan usai Kecelakaan

Kondisi pantai Cimaja, Sukabumi
foto: istimewa
Kondisi pantai Cimaja, Sukabumi

SUKABUMI, NETRALNEWS.COM – Dikenal namanya sebagai Desa Selancar karena di lokasi ini merupakan surganya kaum peselancar. Lokasinya berada di Pantai Cimaja, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Pantai Cimaja sudah terkenal hingga mancanegara. Di sini, sering digelar perlombaan selancar, baik nasional maupun tingkat internasional. Di tempat ini pula lahir banyak surfer andal yang mampu bersaing dengan atlet mancanegara.

Tak jauh dari Pantai Cimaja, terdapat Pantai Ombak Tujuh, Pelabuhan Ratu, Sukabumi. Tempat ini memiliki kisah misteri yang tak kalah seru.

Kisah misteri Pantai Ombak Tujuh berhasil diperoleh tim Netralnews saat bertemu dengan salah satu peselancar senior sekaligus perintis Desa Selancar. Ia biasa disapa dengan nama Kang Edin.

“Peristiwa kecelakaan saat berselancar terjadi tahun 1990-an. Kala itu saya masih berusia 25 tahun. Boleh dibilang, sedang masa-masanya tak ada rasa takut dengan segala hal,” tutur Kang Edin, beberapa hari lalu di kediamannya.

“Menurut warga, Pantai Ombak Tujuh, Pelabuhan Ratu, ya angker. Masyarakat kan masih kuat adatnya. Daerah ini tak boleh, daerah angker, daerah ini dilarang main, daerah ini ada si Nyai itu (Nyai Roro Kidul, red) dan sebagainya,” tutur Edin sambil tersenyum.

“Namun, waktu itu saya masih polos, hanya modal berani saja. Jadi kejadian itu, saat sedang selancar di tengah ombak 8 meter, mendadak tali putus. Saya tergulung ombak di Pantai Tujuh selama satu setengah jam. Ajaibnya saya masih bisa hidup,” imbuhnya.

Menurut Edin, dalam kondisi tak terkendali, yang utama bagi peselancar adalah “jangan panik”. Karena itulah, Edin akhirnya bisa mengontrol dirinya dan berhasil selamat.

“Alhamdullilah, ketika kejadian, saya tidak panik. Jadi setelah satu setengah jam, saya bisa ke pinggir. Dan saya lihat penampakan yang masih bikin merinding hingga kini,” kata Edin sambil memegang lengannya yang mendadak bulu kuduknya berdiri.

“Percaya tidak percaya, usai tali putus dan saya hanyut ke pinggir, saya melihat penampakan gaib berupa seorang sosok kakek-kakek pegang bambu panjang seperti sedang memancing tetapi tidak ada kailnya. Papan selancar saya yang hanyut dipegang dia. Saya lalu mendekat mau ambil papan itu, tapi si Kakek bilang minta dibayar,” kata Edin.

Anehnya, karena Edin tidak bawa apa-apa, ia melepas kaos yang dikenakannya, kebetulan berwarna hijau. Kaos itulah yang dikasihkan ke kakak misterius tersebut. Sang Kakek ternaya mau menerimanya dan papan selancar kemudian kembali ke tangan Edin.

“Nah, begitu papan saya terima, saya tengok lagi, si kakek-kakek itu mendadak hilang dan tak terlihat lagi,” tutur Edin.

Apakah sosok kakek itu merupakan salah satu pengikut Ratu Pantai Selatan? Mengapa ia minta bayaran berupa kaos berwarna hijau? Sayangnya, pertanyaan ini sulit dijawab.

Bagi Edin, peristiwa itu memberikan hikmah yang hingga kini dipegang teguh. Menurutnya, kejadian itu menjadi peringatan baginya karena waktu itu bulan Ramadan dan Edin ternyata tidak tertib mengikuti ibadah dan malah asyik main selancar.

“Sejak kejadian itu, saya tidak pernah mau lagi main selancar di bulan puasa. Jadi di bulan Ramadan, saya jalani ibadah puasa dan selama satu bulan tidak bermain selancar di laut,” katanya.

 

Saksikan video wawancara Netralnews dengan Kang Edin, bisa dilihat DI SINI

Editor : Taat Ujianto