• News

  • Sisi Lain

Heboh! Rizal Lihat Penampakan Perempuan Melambai sebelum Penemuan Tengkorak Astrid

Aparat mengidentifikasi temuan tengkorak kepala manusia  di Sungai Air Merah
foto: bengkuluekspress
Aparat mengidentifikasi temuan tengkorak kepala manusia di Sungai Air Merah

REJANG LEBONG, NETRALNEWS.COM – “Saya tidak tahu, sebenarnya makhluk apa yang saya lihat. Sosoknya terlihat  seperti perempuan berpakaian putih, berambut panjang, berdiri di pinggir jalan raya, melambai-lambaikan tangan, seperti menunggu  angkot. Saat saya berhenti, sosok itu menghilang,” tutur seorang lelaku paruh baya yang mengaku bernama Rizal (54), Selasa (10/3/2020).

Rizal yang setiap malam terbiasa melewati jembatan di Sungai Air Merah, Kecamatan Curup Tengah, tak menyangka dikejutkan kejadian seperti itu. Menyadari  sedang berhadapan dengan bukan sosok manusia, Rizal menarik nafas dan membaca doa-doa.

“Kaget saja, jelas tadi ada sosok seperti  penumpang menunggu angkot  tapi kemudian menghilang. Padahal baru sekitar pukul  19.00. Ditambah, malam itu terasa lembab, saya sendirian dan belum dapat penumpang. Ya sudah, saya hanya bisa berdoa,” ujar Rizal.

Karena merasa tak enak hati, Rizal memutuskan pulang, daripada memaksakan diri namun perasaan tidak tenang malah bisa mendatangkan celaka.

“Itu kejadian, sebelum ada ramai-ramai berita penemuan tengkorak di Sungai Merah. Saya sendiri ngak tahu apa yang saya alami apakah ada hubungannya. Yang pasti, seminggu setelah penampakan yang saya lihat, munculah berita menghebohkan itu,” tutur Rizal.

Rizal kadang berpikir bahwa apa yang dilihatnya jangan-jangan sebenarnya firasat bahwa ada sesuatu yang ingin disampaikan sosok makhluk yang menampakkan diri kepadanya. Hanya saja, Rizal tak paham bahasa roh.

“Semoga sih tidak ada hubungannya. Karena, begitu mendengar berita tentang kasus penemuan tengkorak hingga pengungkapan seluruh kasus, saya selalu merinding dan takut. Tak terbayang ada manusia sampai kejam seperti itu,” ungkap Rizal.

“Saya tdak mengenal korban. Cuman tahu pelaku (pelaku berinisial YA). Ya,  hanya sekedar tahu karena sama-sama mencari nafkah sebagai supir angkot. Hanya saya nggak nyangka, YA  ternyata tega mekakukan tindakan seperti itu,” imbuh Rizal.

Yang dimaksud korban oleh Rizal adalah Astrid Aprilia (15) pelajar SMA Negeri 2 Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu yang dinyatakan hilang pada 8 November 2019 dan ditemukan telah menjadi kerangka di Sungai Merah.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kapolres Rejang Lebong AKBP Jeki Rahmat Mustika mengatakan bahwa Astrid dibunuh sopir angkot YA (32). Korban sering menumpang di angkot pelaku, warga Kelurahan Talang Ulu, Kecamatan Curup Timur, yang telah diamankan polisi.

Korban dinyatakan hilang sejak 8 November 2019 lalu dari rumahnya di Gang Palm, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Curup Timur, sebelum akhirnya ditemukan sudah tinggal tengkorak.

“Pelaku dengan korban ini saling kenal. Sebab, pelaku ini adalah sopir angkot yang biasa melayani ataupun dinaiki oleh korban sejak SMP,” kata Kapolres Rejang Lebong AKBP Jeki Rahmat Mustika di Rejang Lebong, Kamis (23/1/2020).

Kasus pembunuhan pelajar itu baru terungkap bermula dari laporan pihak keluarganya ke Polres Rejang Lebong pada Desember 2019, atau hampir satu bulan setelah dinyatakan hilang dari rumah.

Dari penyelidikan yang dilakukan petugas tersangka YA ini ditangkap setelah penelusuran akun media sosial milik korban Facebook yang dinyatakan hilang, masih aktif. Polisi kemudian menelusuri HP milik korban. Mereka menemukannya di dalam mobil angkot yang biasa dikemudikan tersangka.

Dalam pemeriksaan, tersangka yang diamankan petugas ini kemudian mengakui jika telah membunuh korbannya tidak lama setelah hilang pada November 2019. Tersangka memasukkan jasad korban dalam karung, lalu membuangnya ke sungai bawah jembatan Air Merah, Kecamatan Curup Tengah.

Dari pengakuan tersangka, Polres Rejang Lebong bersama anggota TNI, Brimob Polda Bengkulu dan masyarakat serta pihak keluarga, berupaya mencari jasad korban sejak Selasa dan Rabu (22/1/2020).

Sekitar pukul 11.30 WIB, bagian tubuh korban berupa tengkorak kepala dan kaki berhasil ditemukan di air terjun Ci Bayak. Lokasinya berada di belakang TPU Air Bang, Kecamatan Curup Tengah, atau sekitar 1 kilometer dari Jembatan Air Merah.

Jasad korban berupa kepala dan tulang kaki ini ditemukan terbungkus kantong plastik hitam dalam karung. Setelah melakukan pemeriksaan, petugas membawa jasad korban ke RSUD Curup untuk diidentifikasi oleh tim DVI Dokkes Polres Rejang Lebong.

Setelah dilakukan penyidikan diketahui  ternyata motif pembunuhan yang dilakukan sopir angkot YA dilatarbelakangi penculikan terhadap korban untuk mendapatkan uang tebusan.

Pelaku YA menculik korban yang sejak SMP sering naik mobil angkotnya. Pelaku pernah meminta uang tebusan sebesar Rp100 juta kepada keluarga korban pada Desember lalu. Namun, keluarga tidak memenuhi permintaan itu.

Pelaku akhirnya membunuh siswi kelas 1 SMA Negeri 2 Rejang Lebong itu. Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui membunuh dan memutilasi korbannya, tidak lama setelah hilang pada November 2019.

YA memasukkan jasad korban dalam karung, lalu membuangnya ke sungai bawah jembatan Air Merah, Kecamatan Curup Tengah.

Dari tangan warga Kelurahan Talang Ulu, Kecamatan Curup Timur itu, petugas Polres Rejang Lebong mengamankan barang-barang milik korban seperti HP, sepeda motor, dan emas milik korban.

Editor : Taat Ujianto