• News

  • Sisi Lain

Heboh! Pulau Ini Dikabarkan Jadi Sarang Kuntilanak

Tim Netralnews melakukan eksplorasi lava bantal di Pulau Kunti, Sukabumi
Netralnews/Taat Ujianto
Tim Netralnews melakukan eksplorasi lava bantal di Pulau Kunti, Sukabumi

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Nama untuk menyebut makhluk halus yang satu ini sungguh familiar bagi masyarakat Indonesia. Saking terkenalnya, berulang-ulang dijadikan film layar lebar. Satu di antaranya adalah film karya duet Rizal Mantovani (sutradara) dan Alim Sudio (penulis).

Makhluk apakah itu? Benar. Namanya “Kuntilanak”. 

Dalam masyarakat Indonesia, makhluk halus ini dipercaya memiliki kemampuan-kemampuan khusus. Setidaknya ada 11 ciri khas kuntilanak.

Ciri tersebut antara lain suka tertawa melengking dan menangis dalam waktu dekat. Lucunya, kalau bersuara keras berarti ia berada jauh dan suara kecil berarti dia dekat.

Kuntilanak dipercaya juga bisa berpindah-pindah tempat dengan tiba-tiba. Kesukaannya tinggal di puing-puing bangunan atau bangunan yang masih setengah jadi.

Konon, kuntilanak juga suka tinggal di di muara sungai atau di pinggiran danau atau kolam. Mungkinkah karena ia suka mengonsumsi darah ikan yang menghuni sungai atau kolam?

Keunikan lainnya, kuntilanak disebut-sebut takut dengan pisau, gunting, atau paku. Benda-benda ini dikabarkan bisa membuat kesaktiannya hilang dan tak berdaya.

Tapi ia bisa membahayakan. Kuntilanak dipercaya bisa mencelakakan wanita yang sedang hamil. Ada yang berpendapat bahwa kuntilanak iri dengan wanita yang bisa mengandung dan memiliki anak.

Kebiasaannya ternyata benar yakni suka meminum darah, tapi lebih suka darah manusia, termasuk darah haid perempuan. Selain itu, katanya ia juga suka makan daging anak-anak.

Untuk pohon yang biasa dijadikan tempat tinggal adalah pohon waru doyong, pohon pisang, pohon nangka, pohon bambu, dan pohon randu.

Ciri khas lainnya, bila ia mendekati manusia, biasanya akan tercium aroma tertentu. Kadang berbau bunga kamboja, bunga kenanga, melati, bahkan ada yang menyebut-nyebut pernah berjumpa tapi beraroma singkong rebus.

Terakhir, selain suka mengganggu wanita hamil, kuntilanak konon gemar mengganggu pria tampan. Mungkin ia merindukan belaian kasih sayang.

Nah, setelah kita mengurai panjang lebar tentang sosok kuntilanak, tahukah kalian bahwa di wilayah Sukabumi, Jawa Barat, dahulu pernah heboh tentang cerita para nelayan bahwa di wilayah itu ada satu pulau yang sebelumnya dipercaya sebagai sarangnya kuntilanak.

Oleh sebab itu, pulau itu dinamakan Pulau Kunti. Lokasinya berada tak jauh dari pantai Ciletuh dan berhadapan langsung dengan laut Selatan.

Menurut  cerita tutur warga setempat, saat tengah malam, banyak nelayan yang sering mendengar suara cekikikan. Cerita ini diwariskan turun temurun sehingga kisah tersebut menjadi heboh.

Namun, dalam perjalanannya, seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, warga Sukabumi ternyata berhasil mengungkap misteri suara cekikikan di pulau tersebut.

Sumber suara itu ternyata bukan dari sosok hantu atau roh halus bernama kuntilanak. Suara cekikikan tersebut tercipta akibat benturan gelombang dengan bebatuan purba di pulau tersebut.

Nah uniknya, dalam penelitian geologis, ternyata di pulau ini menyimpan harta tak ternilai berupa situs geologi purba yang menyimpan rahasia sejarah Pulau Jawa.

Oleh sebab itu, wilayah ini kemudian dijadikan objek wisata unggulan Kabupaten Sukabumi yang masuk dalam kawasan Geopark Ciletuh.

Di Pulau Kunti inilah, jejak purba bagaimana pulau Jawa terbentuk bisa dilacak. Melalui proses jutaan tahun, kawasan ini terbentuk dan meninggalkan beberapa jejak geologis yang sangat menarik.

Ada yang namanya lava bantal, bebatuan laksana kulit buaya, hingga gua laut yang terbentuk akibat benturan-benturan gelombang laut selatan.

Wilayah Pulau Kunti sebenarnya merupakan hasil dari tumbukan dua lempeng yang berbeda, yaitu Lempeng Eurasia (lempeng benua) yang berkomposisi granit (asam) dan Lempeng Indo-Australia (lempeng samudera) yang berkomposisi basal (basa).

Benturan kedua lempeng mengakibatkan batuan sedimen laut dalam (pelagic sediment), batuan metamorfik (batuan ubahan), dan batuan beku basa hingga ultra basa.

Karena ciri khas geologinya yang tidak ditemukan di tempat lain, menjadikan Ciletuh sebagai geopark (Taman Bumi) Nasional di Indonesia pertama.

Jangan lupa saksikan video penelusurannya, DI SINI

Editor : Taat Ujianto