• News

  • Sisi Lain

Ngeri! La Ilaha Illallah, Pengajian Gaib Tengah Malam di Karekan Ternyata Pertanda...

Ilustrasi suasana Desa Karekan, Banjarnegara, Jawa Tengah
foto: istimewa
Ilustrasi suasana Desa Karekan, Banjarnegara, Jawa Tengah

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pundak Warti sudah begitu berat, badannya terasa begitu pegal-pegal, dan rasa ngantuk tak tertahankan.

Sangking ngantuknya, Warti bahkan terlelap tidur di depan televisi. Hanya beralas tikar, dengan lengan tangan menjadi bantal, akhirnya ibu dua anak itu terlelap tidur.

Seharian dia telah lelah mencangkul di ladang sayur bersama suaminya. Dia juga harus berjalan jauh menuju rumah sederhana, bertembok kayu di Desa Karekan, Banjarnegara, Jawa Tengah.

Sayup terdengar oleh Warti kata "la ilaha illallah" tepat di samping rumahnya. Kian malam, suara itu semakin terdengar dan membangunkannya.

"Owh agi ana pengajian za? (Owh sedang ada pengajian ya?)," kata dia yang berbicara pada diri sendiri dalam Bahasa Jawa, dialek Karekan.

Tapi dia merasa aneh saat menoleh ke arah jarum jam, pasalnya jam sudah menunjukkan waktu sekitar pukul 00.30 WIB. Merasa ragu, Warti megucek matanya, memastikan waktu yang ditunjukkan jam nya tidak salah.

Tak menghiraukan, Warti kembali tidur. Tapi suara "la ilaha illallah" yang berulang-ulang terdengar semakin jelas.

Dia pun terbangun dan mengintip dari jendela ruang televisi, melihat keadaan di samping rumahnya. Warti kaget, ada puluhan orang berjenis kelamin pria yang sedang mengaji.

"Mereka mengaji, pakai baju putih-putih dan berpeci. Mereka menggelengkan kepala sambil menyebut 'la ilaha illallah' berulang-ulang," kata Warti pada Netralnews.

Warti merasa aneh, pasalnya samping rumahnya merupakan ladang kecil yang biasanya ditanami sayur dan bunga-bunga milik tetangganya, Mbok Mukhtar.

"Ladang itu biasanya ditanam sayur-sayuran, ada cabai, singkong, ada bunga-bunga. Sering di pakai untuk tempat bermain anak-anak kampung juga," kata dia.

Warti hanya terdiam dan berusaha melanjutkan tidur. Dia merasa mungkin dia salah melihat dan salah mendengar, seperti halusinasi karena kelelahan. Tetapi suara pengajian kian mengeras dan ritme pengajian semakin cepat.

"La ilaha illallah, la ilaha illallah, la ilaha illallah, la ilaha illallah, la ilaha illallah," suara yang didengar Warti.

Dia lantas kembali mengintip jendela. Saat dibuka tirainya, sontak suara pengajian hilang lenyap. Tak ada lagi kumpulan orang-orang berpakaian putih yang sedang mengaji.

"Aku hanya teriak-teriak. Membangunkan suami. Aaaa rupane (ternyata) setan, setan. Ana (ada) setan!," kata Warti mempraktikan pengalamanannya yang dialami sekitar 3 tahun lalu.

Pagi harinya, diumumkan berita duka dari toa Masjid Kampung Karekan. Diberitakan bahwa kakak kandung dari Mbok Mukhtar meninggal dunia.

Diketahui kakak Mbok Mukhtar merupakan seorang petani sayur yang juga kerap beraktivitas di Desa Karekan.

Sejak malam itu, kerap timbul suara orang yang cekikikan/tertawa. Diakui Warti, suara cekikikan berasal dari sesosok makhluk yang kerap menyerupai fisik dari Mbok Mukhtar.

"Memang di kampungku kalau ada yang mau meninggal suka banyak tanda-tanda. Salah satunya ada pengajiab goib itu," kata dia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Taat Ujianto