• News

  • Sisi Lain

Mau Lihat Kuntilanak? Campinglah Berdua di Dekat Pohon Ara Ini

Tim Netralnews saat mengunjungi lokasi Pohon Ara di Pondok Halimun, Sukabumi
Netralnews/Taat-Tommy
Tim Netralnews saat mengunjungi lokasi Pohon Ara di Pondok Halimun, Sukabumi

SUKABUMI, NETRALNEWS.COM - "Maaf, kalau saya ikut direkam (divideokan, red), saya keberatan. Bukan apa-apa, kalau pas sendiri saya jadi kebayang-bayang. Tak bisa tidur," tutur Harno lelaki paruh baya penjual jagung bakar di area camping Pondok Halimun, kepada Netralnews, Minggu silam.

Sudah sekitar 19 tahun Harno berjualan di area Pondok Halimun, Sukabumi, Jawa Barat. Area lereng Gunung Pangrango ini dikenal keindahannya dan menjadi lokasi camping favorit bagi banyak kawula muda.

Namun, siapa sangka, di area yang sangat sejuk dan memanjakan pecinta wisata alam ini menyimpan beragam kisah misteri.

“Di lokasi bawah, ada pohon besar. Sudah berulangkali, yang berkemah di lokasi tersebut sering didatangi dan diganggu kuntilanak,” ungkap Harno.

Tim Netralnews sempat mendatangi langsung lokasi yang disebutkan Harno. Rupanya, di area camping yang ia maksud ditumbuhi satu pohon ara lokal (Ficus racemosa) besar. Pohon inilah yang disebut-sebut Harno angker dan dihuni kuntilanak.

Dalam pandangan masyarakat Jawa, pohon ara lokal biasa disebut juga “elo” atau ada yang menyebutnya “luing”.  Buahnya lebat tapi jarang dikonsumsi.

Berbeda dengan ara dari Timur Tengah yang banyak dijual karena buahnya enak.

Untuk ara lokal, buahnya “sepat” dan agak asam tetapi tidak beracun. Buktinya, tak jauh dari pohon di area Pondok Halimun terdapat ceceran sisa-sisa dimakan kelelawar dan binatang lain yang mengonsumsi buah ara lokal tersebut.

Memang, saat Netralnews berkunjung ke lokasi tersebut,  pohon sedang berbuah lebat berwarna kemerahan. Ada beberapa yang matang dan sempat dicicipi. Rasanya memang asam dan “sepat”.

Nah, pohon ini, menurut penuturan warga, dikenal  sebagai pohon yang disukai makhlus halus sebagai tempat tinggal. Jenis makhluk halus yang gemar tinggal di pohon ara lokal biasanya kuntilanak dan genderuwo.

“Kalau ada yang nggak percaya, ya silakan saja coba camping dan menginap di dekat pohon itu. Kalau ramai-ramai biasanya tak diganggu. Tapi kalau berdua atau bertiga, dipastikan akan melihat penunggu pohon itu,” kata Harno.

“Lain lagi kalau yang area camping yang di atas. Justru kalau ramai-ramai campingnya, sering didatangi sosok kakek-kakek. Biasanya sosok misterius  itu datang dan menegur agar tidak  brisik. Rupanya sosok makhluk halus itu terusik,” imbuh Harno.

Harno pun menceritakan bahwa belum lama berselang, ada warga dari Jakarta yang sedang berwisata dan ingin menuju air terjun di lereng Pangrango.

“Di tengah jalan, ia merasa melihat satu rumah dan dihuni seorang nenek. Mungkin karena berat bawaannya, tas rangselnya ia titipkan di rumah nenek itu. Namun, saat kembali, kehebohan terjadi,” tutur Harno.

Wisatawan itu bertanya ke banyak orang dan petugas wisata tentang keberadaan rumah yang disebut-sebut dihuni seorang nenek. Semua orang yang ditanya bengong sebab di area yang dimaksud tidak ada rumah satu pun.

“Akhirnya banyak yang bantu mencari. Tas milik wisatawan itu ditemukan, tapi anehnya bukan berada di rumah atau gubuk nenek-nenek. Tas ranselnya ternyata teronggok di bawah pohon besar,” ungkap Harno.

Kejadian misterius terakhir yang disebutkan Harno adalah sosok misterius yang sedang menggembala bebek.

“Di tikungan menuju lokasi Pondok Halimun, ada juga penampakan aneh. Beberapa kali  pengendara mobil mengaku berjumpa dengan kakek-kakek sedang menggiring barisan bebek. Padahal, di sini tak ada orang yang memelihara bebek,” kata Harno.

“Namun, kalau penampakan kakek-kakek di area sini, biasanya hanya menampakkan diri dan tak berbuat jahat,” tambahnya.

Benar atau tidak tentang makhluk halus yang menghuni area Pondok Halimun, yang pasti kisah itu menjadi buah bibir warga setempat.

Sedangkan lokasi Pondok Halimun tetap ramai meski di masa pandemi COVID-19. Saat Netralnews mendatangi lokasi itu, terlihat beberapa pengunjung asyik menikmati panorama alam yang begitu memukau.

Di tengah area ada sungai alami berbatu dan airnya sangat jernih. Air dari sungai inilah biasanya diambil untuk kebutuhan memasak para peserta camping.

Bagi Anda yang tertarik mengunjungi tempat ini, dipersilakan langsung menuju ke Pondok Halimun hanya dengan membayar tiket Rp 3.000.

Bagi Anda yang tertarik dengan nuansa misteri, Anda bisa  menjumpai Bapak Harno yang menjual kopi dan jagung bakar di deretan warung penjaja makanan.

Jangan lupa pula pesan beliau, “Bagi Anda yang tak percaya dan ingin melihat penampakan langsung kuntilanak, camping dan menginaplah berdua di dekat pohon ara.”

Anda tertarik? Silakan mencoba.

Editor : Taat Ujianto