• News

  • Sisi Lain

Usai Kasus Gantung Diri, Rangkaian Kejadian Tak Nalar Muncul di Rumah Ini

Rumah di Purworejo, Jawa Tengah yang dipercaya angker
Foto: Istimewa
Rumah di Purworejo, Jawa Tengah yang dipercaya angker

PURWOREJO, NETRALNEWS.COM - Cerita misteri ini ditulis berdasarkan rangkaian kejadian nyata yang berlangsung di salah satu rumah warga di Kelurahan Pangenrejo, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Di rumah yang relatif masih terlihat bagus dan terawat ini, pernah menjadi tempat gantung diri. Kejadian ini kira-kira terjadi di tahun 1997-1998 pada tahun sebelum Irene lahir.

Saat ini Irene berusia 16 tahun dan masih bersekolah di salah satu SMA Negeri bergengsi di Purworejo. Hari-harinya ia jalani seperti siswa-siswi kebanyakan, apalagi di tengah pandemi yang tidak memungkinkan dirinya untuk pergi ke sekolah.

“Mau kemana?” tanyaku padanya tatkala melihat dirinya hendak bersiap pergi.

“Mau mampir ke rumah Mbah Buyut (orangtua dari kakek/nenek, red),” katanya di sore hari saat kami selesai mengikuti bimbingan belajar.

“Rumah Mbah Buyut?” tanyaku menegaskan.

“Iya, rumah Mbahku dulu, sekarang udah meninggal. Tinggal Mbah putri, tinggal bareng sekarang,” jelasnya singkat.

“Ikut boleh?” tanyaku sembari tertawa bermaksud mengajaknya bercanda.

“Emang kamu berani?” tanyanya dengan imbuhan nada yang mengejek.

“Memangnya kenapa?” tanyaku penasaran.

“Rumah itu udah pernah buat gantung diri,” ucapannya berhasil membuat diriku dipenuhi oleh keterkejutan.

“Kamu bercanda, kan?” Aku masih tidak percaya memilih bertanya lebih lanjut.

“Enggak, ini beneran, dulu adik dari Mbah Putriku bunuh diri karena sakit hati.

Irene pun mengisahkan peristiwa itu. Kejadian ini berlangsung pada tahun 1997-1998, sebelum Irene lahir. Kala itu kedua orangtuanya masih di masa berpacaran dan menjalin kasih.

Suatu hari, persisnya hari Jumat, mereka akan pulang ke rumah. Ternyata rumah dalam kondisi terkunci sehingga bapak dari Irene ini terpaksa masuk ke dalam rumah lewat jendela samping. Begita masuk, ia terperanjat.

Ia melihat adik dari nenek Irene sudah tak bernyawa dengan posisi tergantung di salah satu kayu penyangga rumah.

“Sejak kejadian itu, muncul banyak kejadian aneh di sana,” ucap Irene melanjutkan.

“Saat itu kakakku pulang dari tempat di mana ia bekerja pada malam hari, nah saat masuk ke pekarangan rumah, motornya langsung mati dan bahkan tak bisa dinyalakan lagi, meski sudah beberapa kali dia mencoba untuk menghidupkannya kembali,” tutur Irene.

“Lalu pernah saat aku pergi ke sana bersama Mbah Putri dan ada salah satu kursi yang dibuat bapakku, tepatnya di ruang tengah. Saat aku mendudukinya terasa seperti ada yang memangku aku di kursi itu, padahal tidak ada seorang pun di kursi itu selain diriku.”

Fenomena aneh berikutnya adalah mimpi misterius yang dialami neneknya. Mungkin mimpi dianggap sebagian orang sebagai bunga tidur, tapi nyatanya tak jarang bisa menjadi kenyataan. Sama seperti yang dialami oleh nenek Irene.

“Sebelumnya memang Mbah Putri sudah pernah bermimpi tentang kejadian yang akan menimpa adiknya ini, dan ternyata terjadi juga akhirnya,” ucap Irene kembali mengingat apa yang diceritakan oleh neneknya.

“Pernah juga anak dari kakakku ini juga mengalami penampakan dan bertingkah aneh di sana. Umurnya masih kurang dari satu tahun, mungkin roh halus bisa lebih mudah dilihat oleh anak yang masih polos, ya,” kata Irene sembari tersenyum miris.

“Anak ini masih kecil dan saat itu ia melihat seperti bayangan hitam di atas lemari pakaian dan adikku ini terus menatapnya dan juga tertawa kecil di bawah lemari pakaian itu, seolah ia sedang bermain petak umpet dengan sosok aneh itu,” tuturnya.

Ada kejadian aneh lagi. Suatu saat rumah ini mengalami kerusakan di bagian atap. Lalu keluarga Irene mengundang salah satu tukang untuk memperbaiki itu.

Tukang itu terpaksa menginap karena letak tempat tinggalnya sangat jauh dari sana. Di malam tatkala dia ingin buang air kecil di kamar mandi, ia melihat sosok perempuan berambut panjang berwarna hitam di sana.

“Bapak tukang itu langsung lari ketakutan,” kata Irene.

“Pernah juga saat kakakku pulang kerja di malam hari, ia melihat beberapa sosok pocong dan genderuwo di rumah itu,” kata Irene yang berhasil membuat bulu kudukku terangkat seketika.

“Pasti jika kamu tidur di rumah itu, kamu nggak akan bisa tidur, hahaha, Mbah Putri pernah tidur di sofa yang ada di sana kan, nah beliau itu ngerasa ada yang dorong dia dari sofa itu. Bahkan pernah terdengar suara seperti wanita yang sedang menangis,” lanjutnya Irene.  

Selain pernah menjadi lokasi bunuh diri, rumah angker yang diceritakan Irene ternyata merupakan tanah bekas pemakaman leluhur Irene. 

Walaupun pembangunannya sudah berjaga jarak dari tanah makam leluhur itu, namun saat pembuatan pondasi rumah itu, ternyata ada bagian pondasi memotong makam.

Mungkin karena ada pondasi yang memotong badan kuburan, laksana memotong "tubuh", akibatnya keberadaan rumah mengganggu ketentraman jiwa yang terkubur di makam tersebut.

"Menurut orang ‘pinter’, pondasi rumah itu memotong bagian dari daging dari tubuh salah satu leluhur kakek saya maka memberikan dampak energi negatif. Benar tidaknya apakah hal ini menyebabkan banyak hantu bergentayangan di rumah itu, saya juga nggak bisa jawab sih," kata Irene.

“Walaupun ada banyak kejadian buruk di sana namun ada banyak kenangan berharga yang terpendam di rumah itu. Menakutkan tapi sering membuatku rindu," kata Irene menampakan senyuman nostalgia di masa lalunya.

Penulis: Awalia Nevy Maelani

Siswi SMA di Purworejo, Jawa Tengah

Editor : Taat Ujianto