• Kamis, 15 Desember 2016 | 21:50 WIB
    Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menyampaikan kajian moratorium Ujian Nasional (UN) kepada Presiden Joko Widodo melalui Tim Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Sosial, Ekologi dan Budaya Strategis Theresia Sembiring .
  • Kamis, 15 Desember 2016 | 21:45 WIB
    Solusinya yakni melakukan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) yang dikembalikan ke sekolah masing-masing.
  • Rabu, 14 Desember 2016 | 12:32 WIB
    Pasalnya SMK yang mempelajari bidang tertentu disamaratakan untuk melaksanakan UN dengan menghadapi soal Bahasa Indonesia, Matematika dan Bahasa Inggris.
  • Rabu, 14 Desember 2016 | 09:27 WIB
    Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mendukung Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy untuk merealisasikan moratorium Ujian Nasional (UN) yang telah diperjuangan FSGI sejak dulu.
  • Senin, 12 Desember 2016 | 20:14 WIB
    Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menegaskan, mendukung moratorium Ujian Nasional (UN).
  • Senin, 12 Desember 2016 | 20:06 WIB
    Ujian Nasional (UN) bukan merupakan proses melatih anak untuk berpikir, melainkan latihan soal sehingga peserta didik mendapatkan pengarahan untuk mengerti, menghafal dan tidak untuk menganalisa.
  • Senin, 12 Desember 2016 | 20:00 WIB
    Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) merupakan capaian kompetensi dasar siswa, namun kini dipahami sebagai nilai minimal peserta didik di dalam rapor.
  • Senin, 12 Desember 2016 | 19:52 WIB
    Selama 10 tahun berjalannya Ujian Nasional (UN) sebagai penentu kelulusan dinilai tidak mampu mendongkrak kualitas pendidikan di Indonesia.
  • Senin, 12 Desember 2016 | 12:03 WIB
    Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), sebagai organisasi profesi guru menyuarakan penolakan Ujian Nasional (UN) sebagai penentu kelulusan siswa dan kosisten membuka posko pengaduan UN sejak 2011-2016.
  • Sabtu, 10 September 2016 | 15:21 WIB
    Sekretaris Jenderal (Sekjen) Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti mengatakan, Dvijatma Puspita Rahmani atau yang akrab dipanggil Puspita, tidak berniat untuk kembali bersekolah di SMAN 4 Bandung.