• News

  • Tekno

Siap Gantikan Android, Huawei Luncurkan Open Source HarmonyOS

Acara peluncuran Huawei HarmonyOS
dok.engadget
Acara peluncuran Huawei HarmonyOS

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -- Huawei kemarin meluncurkan sistem operasi smartphone yang katanya dapat menggantikan Android Google, menambah upaya raksasa teknologi China itu untuk melindungi dirinya dari sanksi AS.

Pengumuman HarmonyOS menyoroti meningkatnya kemampuan Huawei, merek smartphone global nomor dua dan pembuat jaringan terbesar untuk operator telepon, dalam menciptakan teknologi dan mengurangi ketergantungannya pada vendor Amerika.

Dilansir dari TVNZ, pengekangan AS yang diberlakukan pada bulan Mei 2019 memang mengancam penjualan ponsel pintar Huawei dengan membatasi akses ke Android dan memblokir Google, sebuah unit dari Alphabet Inc., dari mendukung musik dan layanan lainnya berdasarkan sistem.

Richard Yu, CEO unit perangkat konsumen Huawei Technologies Ltd. mengatakan bahwa mereka telah mengembangkan perangkat lunak di kota Dongguan selatan.

"Namun, jika kita tidak dapat menggunakannya di masa depan kita dapat segera beralih ke HarmonyOS," kata Yu. Dia mengatakan itu bisa dilakukan hanya dalam dua hari jika diperlukan.

Huawei, merek teknologi global pertama China, berada di tengah pertempuran antara Washington dan Beijing untuk mengembangkan perusahaan yang dapat bersaing dalam robot dan bidang lainnya.

Washington telah menyebut Huawei sebagai ancaman keamanan, sebuah tuduhan yang dibantah oleh Huawei. Beberapa pejabat juga melihat kebangkitan Huawei dan pesaing teknologi China lainnya sebagai ancaman potensial bagi kepemimpinan industri AS.

Huawei menghabiskan sekitar US$12 miliar per tahun untuk chip semikonduktor AS dan komponen lainnya. Perusahaan mengatakan pembatasan ekspor AS dapat memotong proyeksi penjualannya sebesar US$0 miliar selama dua tahun.

Huawei juga telah mengembangkan chipset sendiri untuk smartphone dan server kelas bawah, meskipun masih membutuhkan vendor AS untuk produk-produknya yang paling canggih.

Yu mengatakan perangkat pertama Huawei yang menggunakan HarmonyOS akan dirilis hari ini dengan merek Honor.

Huawei, yang berkantor pusat di selatan kota Shenzhen, dekat Hong Kong, melaporkan sebelumnya pengiriman smartphone-nya naik 24 persen pada paruh pertama 2019 dari setahun lalu menjadi 118 juta.

"Kami bisa melakukan yang lebih baik, tetapi karena tantangan yang kami hadapi di pasar internasional, pengiriman kami turun sedikit," kata Yu.

Huawei melaporkan bahwa penjualan dalam enam bulan hingga Juni naik 23,2 persen dibanding tahun sebelumnya menjadi 401,3 miliar yuan (US $ 58,3 miliar). Itu naik dari pertumbuhan 2018 sebesar 19,5 persen tetapi Ketua Liang Hua memperingatkan Huawei akan "menghadapi kesulitan" di babak kedua.

Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya