• News

  • Tekno

Hyperloop, KA Secepat Pesawat Terbang

Hyperloop
Robb Report
Hyperloop

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tidak lama lagi, kita akan menikmati layanan kereta api (KA) super cepat, secepat pesawat terbang. Eropa tengah mengembangkan kereta api yang kecepatannya bisa mencapai 1.200 km/jam atau secepat pesawat terbang.

Hyperloop, itulah nama moda transportasinya, dan saat ini sedang dalam taraf ujicoba di laboratorium. Jika jaringan terwujud, semua ibukota di Eropa akan terhubung dalam hitungan puluhan menit.

Saat ini, kereta api tercepat masih dipegang Jepang. Kereta milik Japan Railways itu berteknologi Maglev atau magnetik levitation. Kereta mengambang ditopang bantalan medan magnet dan meluncur nyaris tanpa tahanan friksi dengan rel. Dengan kondisi "melayang" rekor kecepatan ditembus hingga 600 km/jam.

Dalam uji coba, kereta melaju nyaris tanpa getaran. Pada kecepatan puncak yang terlihat di layar monitor 603 km/jam penumpang merasakan seperti terbang. Setelah ujicoba ini sukses, Jepang merencanakan membangun jalur kereta super cepat Tokyo-Nagoya yang dilayani Maglev dengan kecepatan rata-rata 500 km/jam.

Tiongkok tidak mau ketinggalan. Dia pun mengembangkan kereta tercepat sedunia. The Shanghai Transrapid yang menggunakan teknik Maglev dari Jerman sudah dioperasikan sejak 2003 melayani rute Shanghai ke bandara Pudong. Kecepatan rata-ratanya 400 km/jam dan jarak 30 km dari Shanghai ke bandara dilalap hanya dalam tempo 8 menit.

Tiongkok juga memiliki Kereta Api Harmony CRH 380A yang berpenggerak motor listrik, dalam ujicoba kecepatan pada 2010 silam,  mampu menembus kecepatan maksimal 486 km/jam. Saat ini dalam operasi harian melayani rute Beijing ke Shanghai. Kereta Harmony bergerak pada kecepatan rata-rata 380 km/jam.

Kebanggaan Prancis

Kereta rel baja konvensional tercepat sedunia adalah TGV (Train à Grande Vitesse) milik Prancis. Kecepatan maksimalnya 574 km/jam dipecahkan tahun 2007 dengan TGV khusus bermesin penggerak banyak. Dalam operasi normal saat ini, kecepatan rata-rata TGV adalah 320 km/jam.

Korea Selatan juga memiliki kereta maglev baru yang disebut Ecobee. Jalur urban yang diresmikan 2016 menghubungkan Bandara Incheon dengan Yongyu yang berjarak 6 kilometer. Pemerintah di Seoul memulai proyek ambisius ini pada tahun 2006 untuk memamerkan kemajuan teknologi magnetiknya. Meskipun begitu kereta tanpa awak ini hanya dapat melaju dengan kecepatan sekitar 80 kilometer per jam, seperti yang dikuitp dari DW. 

Editor : Sesmawati