• News

  • Wisata

Magelang jadi Mesin Penggerak Pariwisata Wilayah Joglosemar

Candi Borobudur salah satu kebanggaan Magelang.
Mypro
Candi Borobudur salah satu kebanggaan Magelang.

MAGELANG, NETRALNEWS.COM - Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (Jateng), menjadi mesin penggerak pariwisata di destinasi branding Joglosemar (Jogya, Solo, dan Semarang) yang tahun ini ditargetkan bisa dikunjungi 2 juta wisman.

Target itu 10 persen dari target nasional pada 2020 sebesar 20 juta wisman. 


“Dari 2 juta wisman tersebut, 500.000 wisman di antaranya datang ke Candi Borobudur sebagai ikon pariwisata nasional serta destinasi pariwisata super prioritas,” kata Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang Iwan Sutiarso.


Iwan Sutiarso didampingi Karo Komblik Kemenpar Guntur Sakti,  Ketua Pesona Magelang (Pesma) Syahrudin, dan Senior Manager MesaStalia Resort and Spa Magelang Laila Purnamasari pada kesempatan itu menjelaskan, posisi Magelang yang berada di episentrum atau pusat destinasi Joglosemar sangat diuntungkan karena dikunjungi wisatawan (wisman dan wisnus) dari tiga arah; Semarang, Jogja, dan Solo.


Ketiga kota itu masing-masing didukung infrastruktur bandara internasional. “Pariwisata Magelang didukung unsur 3A (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas) yang memadai sehingga menjadi destinasi andalan di Joglosemar,” kata Iwan Sutiarso, dalam saran persnya, Kamis (11/7/2019).
Sementara itu untuk amenitas, kata Iwan, Magelang memiliki hotel berbintang, resort, serta homestay yang tersebar di 51 desa wisata termasuk di desa pinggiran komplek Borobudur. 


“Pengembangan pariwisata di Magelang mengedepankan pengembangan berbasis komunitas atau community based development. Usaha pariwisata melibatkan masyarakat setempat,” katanya.

Ia mengatakan, Magelang juga memiliki atraksi budaya, alam, dan buatan yang dikemas dalam wisata petualangan dan sport tourism.  


Dua atraksi sport tourism yakni Borobudur Marathon dan MesaStalia Peak Challange yang setiap tahun mendatangkan banyak wisman. Borobudur Marathon bahkan telah masuk Top-10 dalam 100 Calender of Event (COE), sedangkan MesaStalia Peak Challenge memasuki tahun ke-9 yang tahun ini bernama MesaStila100.



“Penyelenggaraan MesaStila100 tahun ini akan berlangsung pada 4-6 Oktober 2019. Pada penyelenggaraan tahun lalu diikuti 406 peserta, 107 di antaranya dari mancanegara atau mewakili 25 negara,” kata Laila Purnamasari.

Editor : Sulha Handayani