• News

  • Wisata

Milenial Kunci Suksesnya Digital Wisata Indonesia

Menpar ajak milenial promosikan wisata Indonesia melalui sosmed.
Kemenpar
Menpar ajak milenial promosikan wisata Indonesia melalui sosmed.

YOGYAKARTA, NETRALNEWS.COM - Milenial memiliki peranan penting dalam kancah industri pariwisata di tanah air.

Saat ini yang menguasai media sisal adalah kaum milenial. Mereka jugalah yang mampu menyebarkan indah tidaknya sebuah tempat wisata tanah air ke mancanegara melalui akun media sosianya. Baik melalui Instagram, Facebook, Twitter dan lainnya.

Dengan seringnya  bergaya selfie di sebum tempat indah, maka dampaknya bagi pariwisata Indonesia sangat besar. Melihat keelokan wisata Indonesia yang disebarkan melalui digital oleh milenial dampaknya begitu besar bagi kehadiran wisatawan

Bayangkan setiap milenial memiliki 1.000 followeer, dan follower tersebut akan menyebarkan kembali foto yang diterimanya, menjadikan berapa juta orang bisa melihat sebuah keindahaan tempa wisata di Indonesia.

Mereka jugalah yang menggunakan media digital untuk melihat tempat wisata, memesan tiket, hotel serta biaya perjalanan. Tanpa milenial, pariwisata Indonesia kurang branding.

Karena itu pula, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengajak kaum milenial di Yogyakarta memanfaatkan kemajuan teknologi berupa platform digital untuk mempromosikan destinasi wisata di daerahnya.

Menpar Arief Yahya saat acara Millennial Tourism Corner (MTC) di Upnormal Coffee Roaster Yogyakarta, mengatakan pariwisata saat ini menjadi salah satu penghasil devisa terbesar di Indonesia dengan kontribusi pada 2018 mencapai 19,2 miliar dolar AS. Untuk itu anak muda harus memanfaatkan pariwisata bukan hanya sebagai penikmat saja.

“Dalam hal pariwisata. Kalian harus bangga, karena pariwisata telah memberi dampak nyata bagi perkembangan Indonesia. Dengan digital mari promosikan pariwisata,” kata Menpar Arief Yahya.

Untuk itu, lanjut Menpar Arief, mengajak kaum milenial untuk membantu program pemerintah, melakukan promosi secara masif melalui platform digital.

" Wisatawan milenial memiliki ‘power’ karena mereka besar dan aktif di dunia maya. Tapi, kondisinya belum terlayani dengan baik. Inilah yang akan dilakukan Kemenpar yakni memfasilitasi kesediaan pariwisata terbaik bagi kaum milenial,” katanya.

Menurutnya, zaman sekarang perilaku wisatawan sudah sangat digital. Sekitar 70 persen travellers melakukan ‘search dan share’ melalui platform digital sehingga, lebih dari 50 persen inbound travellers yang datang ke Indonesia adalah kaum milenial.

“Milenial adalah masa depan pariwisata Indonesia. _Who Wins the Future, Wins The Game._ Ini adalah implementasi kebijakan Kementerian Pariwisata yang serba digital melalui Tourism 4.0,” katanya.

Dalam rangkaian Road and Talkshow ke-4 MTC di Yogyakarta hadir pula Executive Director Grab Indonesia Ongki Kurniawan yang bicara mengenai besarnya peluang dan kesempatan dalam industri pariwisata.

Lalu, ada Asisten Manager of Sponsorship Relation Ismaya Group, Rizka Maulita. Pada kesempatan ini, ia menjelaskan mengenai bukti potensial atraksi dalam perkembangan dunia pariwisata. Ada pula Founder Musisi Jogja Project Firmansyah Zakariya. Di sini, ia bicara dari sudut pandang pelaku pendukung atraksi pariwisata.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Millennial Tourism, Gabriella Patricia Mandolang mengatakan, kegiatan ini mendapat antusiasme yang luar biasa dari para audience. Terlebih, rangkaian acara dipusatkan di Upnormal Coffee Roaster Kaliurang, Sleman. Tentu sangat menarik, karena selama ini tempat tersebut memang dikenal sebagai lokasi nongkrong anak muda Yogyakarta.

“MTC memiliki beberapa tujuan penting. Antara lain mendukung upaya pemerintah dalam pemberdayaan SDM, dan menjadikan generasi milenial sebagai perpanjangan tangan pemerintah. Khususnya dalam mempromosikan pariwisata melalui media digital,” katanya.

Sebelumnya, Millennial Tourism Corner telah lebih dulu menyambangi Jakarta, Bandung, dan Tomohon. Setelah kegiatan di Yogyakarta ini, rencananya Denpasar dipilih menjadi kota berikutnya.

Editor : Sulha Handayani