• News

  • Wisata

Tiga Kota Ini Jadi Pusat Wisata Bahari

Bali terpilih sebagai daerah wisat bahari.
Kemenpar
Bali terpilih sebagai daerah wisat bahari.

BANTEN, NETRALNEWS.COM  - Sebanyak tiga daerah yakni Kepulauan Seribu-Kota Tua, Labuan Bajo, dan Bali dipilih oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sebagai Pusat Pariwisata Bahari Berstandar Internasional yang diharapkan bisa menjadi prototipe bagi destinasi wisata bahari lainnya.

Analisis mendalam mengenai langkah strategis ini berlangsung dalam Focus Group Discussion (FGD) mengenai Dukungan Pengembangan Potensi Wisata Bahari yang diadakan Kemenpar.

“Selain itu ada beberapa deregulasi kebijakan yang sudah dilakukan. Kami juga membahas prospek pengembangan destinasi wisata bahari di Kepulauan Seribu-Kota Tua, Labuan Bajo, serta Bali, karena ketiganya akan menjadi contoh destinasi wisata bahari berstandar internasional bagi wilayah lain,” ujar Staf Ahli Menteri Bidang Kemaritiman Kementerian Pariwisata, Frans Teguh.

Hasil FGD juga menekankan pentingnya memperbanyak jumlah event bertaraf internasional guna memperkenalkan destinasi bahari Indonesia ke dunia. Adapun kegiatan-kegiatan menarik yang bisa disajikan dalam suatu festival wisata bahari seperti cruise, sailing, surfing, diving, wisata mancing (game fishing), dan lainnya.

“Dengan memperbanyak event tingkat internasional kami harap akan semakin banyak wisman yang berkunjung ke destinasi bahari Indonesia,” ujar Frans Teguh.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya juga menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan potensi wisata bahari Indonesia. Menurutnya, Indonesia kini memiliki semangat membangun sektor bahari melalui pintu pariwisata.

Lebih lanjut, Menpar Arief Yahya menyatakan bahwa kekayaan bahari Indonesia amat beragam. “Selain pantai, 70 persen jenis koral yang hidup di dunia terdapat di Indonesia. Sayangnya, kelebihan itu belum dikelola dengan baik, sehingga tidak memberi dampak positif bagi perekonomian negara dan kesejahteraan masyarakat. Perlu terobosan yang lebih efektif untuk mendorong kemajuan wisata bahari kita,” jelas Menpar Arief Yahya., dalam siaran persnya, Sabtu (14/9/2019).

Hal serupa juga disampaikan oleh Ketua Tim Percepatan Pariwisata Bahari Indroyono Soesilo yang turut menegaskan Indonesia sebagai negara bahari. Karena itu, upaya meningkatkan kunjungan wisman dari sektor ini mesti semakin gencar dilakukan sehingga wisata bahari Indonesia dapat menjadi yang terdepan.

“Dalam pengembangan industri wisata bahari pun rencananya dalam lima tahun ke depan akan dibangun 127 kapal pesiar baru di seluruh dunia di mana 27 di antaranya merupakan kapal pesiar besar yang dapat mengangkut 3000 hingga 7000 penumpang,” jelas Indroyono Soesilo.

Di sisi lain, upaya ini tentu memiliki sejumlah tantangan yang mesti dihadapi. Adapun sejumlah tantangan dalam mengembangkan wisata bahari di Indonesia sendiri berkaitan dengan regulasi/kebijakan, sumber daya manusia, maupun pengemasan produk.

Untuk sisi regulasi, pemerintah berencana melakukan deregulasi terkait wisata bahari sehingga bisa meningkatkan minat investasi di bidang wisata bahari. Hasil FGD juga menyimpulkan perlunya rancangan model bisnis yang adaptif di tengah digitalisasi informasi sehingga bisa mendorong kepastian investasi wisata bahari.

Editor : Sulha Handayani