• News

  • Wisata

Jelajahi Enam Kota di Jepang dengan Bujet Rp18 Juta, Begini Caranya

Melihat gunung es Tateyama saat musim panas.
Netralnews/Sulha
Melihat gunung es Tateyama saat musim panas.

TOKYO, NETRALNEWS.COM - Ke Jepang sudah pasti mahal. Mulai dari harga tiket, akomodasi, makanan, belum lagi berkunjung ke berbagai kota menarik di sana.

Tentu itu pikiran yang selalu tertanam di benak banyak orang. Selama ini Jepang memang dikenal sebagai salah satu negara termahal di Asia.

Namun, sesungguhnya, biaya wisata ke Jepang bisa disiasati agar bisa lebih murah. Apa tipsnya? Terpenting, rencanakan perjalanan dengan matang.

Komponen perjalanan bisa dibagi menjadi beberapa item yang tak terhindarkan, yakni tiket pesawat, akomodasi (tempat menginap), transportasi dalam kota, dan makan. Di luar itu ada pilihan mendatangi objek-objek wisata berbayar dan tidak berbayar.

Pernahkah Anda bayangkan dengan bujet Rp18 juta bisa mengunjungi enam kota di Jepang. Kota tersebut antara lain, Toyama, Osaka, Kyoto, Hiroshima, Yokohama, Tokyo.

Besaran biaya juga sangat tergantung pada gaya traveling yang dipilih. Apakah sistem backpacker, bepergian ‘normal’, sedikit mewah, atau mewah? Berikut beberapa tips dan contoh itenerary perjalanan ke Jepang selama 14 hari dengan biaya kurang dari Rp18 juta, tanpa mengurangi kenyamanan tidur dan makan.

Toko snoopy di Yokohama.

Tiket Pesawat
Carilah tiket pesawat yang sedang promo. Harga tiket ini biasanya kisaran dari carga Rp4,8 juta hinggaRp5,2 juta. Sementara rata-rata tiket ke Jepang jika tidak promo bisa mencapai Rp6,5 juta.

Setelah urusan tiket selesai, cobalah mengatur waktu dan mencari tahu berbagai kota yang menggunakan tiket kereta api keluar kota tau Japan Rail Pass. Harga JR Pass untuk seminggu penggunaan sekitar Rp3,8 juta. JR Pass merupakan tiket untuk menggunakan kereta Shinkansen yang tujuannya antar kota di Jepang.

Selanjutnya, cari penginapan melalui airbnb. Untuk membantu perencanaan, harga kamar dormitory termurah Rp300.000/orang. Sedangkan di airbnb sangat bervariasi dan tergantung kota yang didatangi.

Di Tokyo rata-rata-rata di kisaran Rp430.000/orang. Di luar Tokyo sangat bervariasi, bahkan masih ada harga di bawah Rp300 ribu. Hal yang menyenangkan dari airbnb adalah, sebagian besar tempat menginap menyediakan mesin cuci dan dapur yang bebas digunakan. Dua hal itu bisa dimanfaatkan untuk meminimalisasi pakaian yang dibawa dan menghemat biaya.

Untuk sarapan bisa membeli telur dan memasak sendiri, dipadukan dengan roti tawar atau nasi kemasan yang dijual sekitar rp15 ribu dan tinggal dimasukan ke dalam microwave.

Telur kemasan di Jepang bisa diperoleh di banyak mini market dan dihargai sekitar Rp18 ribu per kemasan 10 butir. Satu plastik roti tawar berada di kisaran harga yang hampir sama. Untuk makan siang maupun malam, bisa mencari paket di Seven Eleven, resto-resto khas Jepang, atau Lawson yang menawarkan makanan khas Jepang dengan paketan.

Tinggal Anda memikirkan tempat-tempat wisata yang tak berbayar atau gratis. Setiap kota memiliki keunikan tersendiri, Anda bisa mencari tempat wisata yang tak berbayar misalnya Sensoji Temple, Tokyo Camii & Turkish Culture Center- tempat artis Syahrini dan Reino Barack menikah.

Sementara untuk berbelanja, cari di Harajuku (Tokyo),  yang menawarkan suvenir khas Jepang dengan harga murah, atau datangi Akihabara, Shinjuku, Akeshita Street.

Di Osaka Anda bisa datangke Osaka Temple, Dontonburi, Amerikamura, Shinsaibashi. Di Kyoto datanglah ke Fushimi Inari, Gion. Sementara di Yokohama silakan kunjungi kawasan Minato Mirai, belanja Snoopy serta berfoto di landmark Yokohama yakni bianglala raksasa.

Jadi tunggu apa lagi untuk jalan-jalan keliling kota di Jepang.

Editor : Sulha Handayani