• News

  • Wisata

Orderan Menurun, Agen Wisata Banyak yang Banting Stir

Wista di Candi Borobudur sepi akibat pandemi corona.
ElJohn News
Wista di Candi Borobudur sepi akibat pandemi corona.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pandemi Covid-19 yang mewabah ternyata sangat memukul pelaku agen wisata. Lebih dari 100 anggota Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (Asita) Jateng saat ini mengalami kondisi stagnan. 

Wakil Ketua Asita Jateng, Erina Sulung mengatakan, sejak wabah Covid-19 semua pelaku agen wisata mandek. Hal tersebut lantaran dibatalkannya semua perjalanan wisata di Jawa Tengah. 

"Sangat terasa sekali. Perjalanan wisata dibatalkan. Kita cuma bisa tunggu sampai situasinya normal lagi aja karena memang benar-benar sepi orderan," ujarnya, Senin (11/5/2020).

Erina menambahkan, jika banyak pelaku agen wisata memutuskan untuk banting stir di saat pandemi. Mengingat mereka juga membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

 "Banyak pemilik biro wisata kini memilih nyambi berjualan barang ala kadarnya, berdagang, bertani di sawah hingga ada yang nekat jualan masker," imbuhnya. 

Sementara terkait para karyawan biro wisata, Erina menerangkan jika saat ini banyak karyawan yang dirumahkan. Pihaknya juga mengambil perjanjian dengan karyawan jika kondisi kembali normal akan dipanggil kembali. 

"Kalau situasi normal akan dipanggil lagi. Tapi ada juga biro yang cuma bisa bayar gaji karyawannya setengah saja," katanya.

 Sebelumnya, Ketua Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Semarang, Bambang Pranoto menambahkan, jika sopir angkutan bus pariwisata salah satu yang terdampak pandemi Covid-19

"Di mana sejak 16 Maret lalu, sudah tidak ada orderan lantaran sejumlah obyek wisata tutup sementara. Sehingga bus pariwisata berhenti total," ucapnya. 

"Yang pertama terdampak itu bus pariwisata, lalu angkutan umum dan taksi. Bahkan saya baru dapat kabar untuk salah satu perusahaan taksi di Semarang listrik kantor dipadamkan karena nggak bisa bayar listrik," tambahnya dilansir dari AyoSemarang.

Editor : Widita Fembrian