• News

  • Wisata

Kampung Selfie Sempoja, Kepedulian Anak Muda yang Berbuah Manis

Pengunjung tengah melakukan swafoto di Kampung Selfie Sempoja.(dok.Ist.)
Pengunjung tengah melakukan swafoto di Kampung Selfie Sempoja.(dok.Ist.)

Berita Terkait

LOMBOK, NETRALNEWS.COM - Sikap positif sebagai anak muda ditunjukkan Aziz Suhadi (22) terhadap kampung halamannya yang berlokasi di Jalan TGH BADARARUDIN, Dusun Sempoja, Desa Menemeng, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. 

Desa yang dulunya terkesan kumuh lantaran kebersihannya kurang terjaga, kini disulap menjadi salah satu desa wisata yang indah dengan berbagai spot foto yang menarik. Dan Aziz merupakan pencetus sekaligus penggeraknya. 

"Dulu kampung saya ini memprihatinkan karena kebersihannya yang buruk. Untuk penataan, misalnya tempat jemuran para warga yang tidak rapi. Dari situ saya berpikir, kenapa kampung saya gak saya ubah, kalau memang bisa diubah," kata Aziz kepada Netralnews.com lewat pesan singkat melalui WhatsApp, Kamis (10/8/2017).     

Niat mengubah penataan desa menjadi lebih baik kemudian dituangkan Aziz melalui goresan-goresan tinta yang membentuk berbagai gambar indah di tiap sudutnya. Dan kini kampung tempat di mana Aziz dilahirkan terkenal dengan sebutan Kampung Selfie Sempoja

Kenapa selfie? Diungkapkan Aziz, coretan-coretan mural yang terpampang di tiap sudut desanya itu sangat pas jika dijadikan sebagai latar belakang foto. Dan itu terbukti dengan banyaknya pengunjung yang datang untuk berfoto ria di Kampung Selfie Sempoja

"Kebetulan saya terinspirasi dari Kampung Pelangi di Semarang Desa Bejalen Ambawara dan Kampung Warna-Warni di Malang. Karena waktu itu saya sempat kuliah kesehatan di Semarang juga, ditambah saya juga hobi gambar mas," papar Aziz. 

Tak hanya pengunjung lokal yang datang, Aziz mengaku, sempat ada turis mancanegara asal Australia yang datang ke Kampung Selfie Sempoja. Hebatnya, turis yang datang itu memberi respon yang sangat positif. "Mereka (turis Australia) bilang, 'masih ada juga pemuda yang berpikiran positif'," kata Aziz bangga.  

Bagi pengunjung yang datang ke Kampung Selfie Sempoja, Aziz menarik biaya Rp 3 ribu per orang. Biaya itu nantinya digunakan kembali untuk dana penataan desa selanjutnya, sehingga lebih berkembang lagi. 

Dana untuk penataan desa selanjutnya itu, sambung Aziz, salah satunya akan digunakan untuk kembali mengubah beberapa sudut di desanya yang belum memiliki coretan-coretan mural sebagai spot berfoto ria. "Nanti akan ada beberapa gang lagi yang akan kami benahi sebagai spot foto mas," terang Aziz. 

Perjuangan yang Tak Mudah  

Meski sudah dikenal sebagai desa wisata, Aziz mengaku, untuk mewujudkannya bukanlah hal yang mudah. Aziz mesti menghadapi para warga yang tak bagian rumahnya terkena coretan indah muralnya. 

"Dari warga awalnya juga ragu, tapi setelah ada peliputan dari stasiun televisi swasta, saya buktikan kalau wisata ini bisa. Dan bukan hanya soal tempat wisatanya aja, tapi tujuan saya agar warga lebih peduli terhadap lingkungannya," kenang Aziz. 

Dan semenjak saat itu, warga yang awalnya ragu dengan apa yang dilakukan Aziz, kini banyak yang minta agar sisi bangunan rumahnya agar juga diberi coretan-coretan mural kreasinya. 

"Impian saya, kampung kami bisa menjadi bagian dari wisata yang diimpikan semua kalangan dan kampung kami bisa lebih diketahui orang lokal bahkan mancanegara," harap Aziz. 

"Tapi yang paling utama warga bisa lebih peduli dengan lingkungan dan bisa membangkitkan perekonomian warga masing-masing serta peduli akan wisata kampung," tandas Aziz mengakhiri.

Bagaimana, penasaran untuk mengunjungi Kampung Selfie Sempoja

Bagi Anda yang ingin menyambagi lokasi wisata terbaru dari Lombok ini, jika Anda datang dari Bandara Lombok, bisa menaiki bus Damri ke arah Terminal Praya sekitar 40 menit perjalanan. 

Dari Terminal Praya, Anda bisa menaiki bemo dan turun di pertigaan Indomaret Kumbung. Dari pertigaan tersebut Anda bisa langsung menuju Kampung Selfie Sempoja menggunakan ojek dengan jarak tempuh sekitar 200 meter. Selamat berwisata.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Reporter : Christophorus Aji Saputro
Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya

Apa Reaksi Anda?