Netral English Netral Mandarin
21:22 wib
Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo meyakini dirinya tertular Covid-19 saat makan karena harus melepas masker. Ia pun mengimbau masyarakat menghindari makan-makan bersama orang lain. akan menggunakan GeNose, alat deteksi virus corona atau Covid-19 buatan Universitas Gadjah Mada (UGM), di sejumlah stasiun kereta api di Indonesia mulai 5 Februari 2021.
Dugaan Pencemaran Nama Baik, Polisi Periksa Ngabalin Sebagai Pelapor

Rabu, 23-December-2020 22:20

Ali Mochtar Ngabalin, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP).
Foto : ksp.go.id
Ali Mochtar Ngabalin, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP).
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya memeriksa Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin sebagai pelapor dalam perkara dugaan tindak pidana pencemaran nama baik.

"Saya dipanggil untuk berita acara pemeriksaan," kata Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin, di Gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Rabu (23/12/2020).

Menurutnya, ia telah melaporkan dua orang yang melontarkan pernyataan di media daring, yang menyebut dirinya terlibat dalam kasus korupsi yang menjerat eks Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo.



Ia mengatakan, komentar kedua terlapor itu mencoba membenturkan dirinya dengan lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan keluarga Edhy Prabowo.

"Saya merasa harus menggunakan hak konstitusional saya, supaya jangan mereka membenturkan saya dengan lembaga negara dan tentu saja ini untuk meyakinkan kepada publik utamanya kepada keluarga," tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ali Ngabalin melaporkan dua orang yang masing-masing berinisial MYA dan BBS.

Keduanya diduga melontarkan pernyataan yang mengatakan Ngabalin sebagai orang perwakilan dari Istana yang memerintahkan KPK memenjarakan Edhy Prabowo.

Laporan Ali Ngabalin telah terdaftar dengan nomor: LP/7209/XI/YAN2.5/2020/SPKT PMJ, tanggal 3 Desember 2020.

Seperti dilansir Antara, pasal yang dipersangkakan dalam laporan tersebut yakni tindak pidana pencemaran nama baik dan fitnah melalui media elektronik dengan Pasal 27 ayat 3 juncto Pasal 45 ayat 3 UU Nomor 19 Tahun 2016 dan atau Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP. 

Reporter :
Editor : Irawan HP