Netral English Netral Mandarin
09:59wib
Pemerintah Indonesia kritik Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang luput menyoroti kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di negara-negara maju. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin pada Sabtu (25/9/2021) dini hari.
Ngabalin Ngamuk dan Semprot Fadli Zon, Netizen: Udah Lagi Pandemi, Pejabat pada Ribut Mulu

Sabtu, 24-Juli-2021 11:00

Ali Mochtar Ngabalin dan Fadli Zon
Foto : Kolase Harian Batak Pos
Ali Mochtar Ngabalin dan Fadli Zon
31

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tenaga Ahli Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin nampak ngamuk kepada politisi Gerindra Fadli Zon. Hal itu terjadi saat keduanya berada satu acara tv yang sama dan disiarkan secara live.

Hal ini kemudian ramai menjadi sorotan warganet di sosial media. Di akun FB Mak Lambe Turah, sejumlah netizen malah ikut mengkritik Fadli Zon dan Ngabalin.

M:T: “Udah yang ky gini lagi pandemi, pejabat pada ribut mulu.”

Sendy Gunawan: “Pada bingung buat panggung sendiri2 Mak.”

Luhut Tobing: “FZ alumni terbaik UI ??? Yg model begitu alumni terbaik ???”

Iway Ward: “Maksudnye terbaik dalem bikin viruz dikepalanye kali yeh.”

Untuk diketahui,  perdebatan Fadli Zon dan Ngabalin, mulanya  presenter acara Rosi, Rosiana Silalahi, mempersilakan Fadli Zon untuk mengungkapkan pandangannya soal Ari Kuncoro, dan pengunduran dirinya sebagai wakil komisaris utama BRI.

Menurut Fadli Zon, Ari dengan jelas sudah terang-terangan melanggar statuta UI. Dia mendorong agar Ari tak cuma mundur sebagai wakil komisaris utama di BRI saja, melainkan juga mundur sebagai rektor UI.

“Saya alumni berprestasi pertama di UI tahun 94, saya juga aktivis. Saya kira kita sebagai alumni UI harus malu. Kita prihatin dengan sikap yang dilanggar rektor UI ini,” kata dia berapi-api, dikutip Jumat 23 Juli 2021.

Bagi Fadli, sikap Ari Kuncoro telah terbukti mencoreng dan merusak integritas UI. Maka itu, jalan terbaik baginya adalah ikut mundur sebagai rektor UI.

“Karena menurut saya yang jadi masalah di UI-nya, statuta UI yang dilanggar, dan itu sudah terjadi. Dia ciptakan kegaduhan di masyarakat, UI jadi olok-olok, geger di jagat internet, dan dunia maya, serta di mana-mana, sampai banyak alumni UI merasa namanya ikut tercoreng,” kata dia.

Ngabalin balas Fadli Zon

Mendegar pernyataan itu, Ngabalin yang juga alumni UI ikut angkat bicara. Dia nampak kesal dengan apa yang disampaikan Fadli Zon.

“Isi kepalanya harus diperbaiki. Karena begini, jangan karena kebencianmu kepada seseorang, atau kebencian terhadap satu lembaga, nilai-nilai kebenaran itu tidak memberikan cahaya di dalam qalbu dan otakmu,” kata Ngabalin seperti dilansir hops.id.

Baginya itu penting. Sebab Fadli dinilai sebagai orang terpelajar, dan diharap menunjukkan sikap-sikap terpelajar.

Ngabalin kemudian mencoba kasih paham Fadli Zon soal munculnya PP yang lantas merevisi statuta UI. Kata Ngabalin, PP itu sebenarnya sudah dibahas lama. Bukan serta-merta muncul ketika Rektor UI bermasalah.

“Ini usulan tahapan ini sudah sampai majelis wali amanah. Lagi pula, poin mana yang dilanggar?” kata Ngabalin lagi.

Menurutnya, Ari Kuncoro sejauh ini tidak aktif pada organisasi yang terafiliasi dengan kegiatan politik baik pusat maupun daerah. Lantas, dia juga bukan seorang direksi, sehingga tidak masalah sebenarnya.

Berbalas serangan

Tak terima dengan penjelasan Ngabalin, Fadli Zon lantas berbalas serangan. Dia mengaku heran dengan sikap Ngabalin yang habis-habisan membela Ari. Padahal dalam statuta UI sudah jelas, Ari terbukti melanggar. Dan itulah yang kemudian menjadi masalah besar.

“Ngabalin memang harus belain, dia juga kan yang bela habis saat kemarin ramai vaksin berbayar,” serang Fadli ke Ngabalin.

“Itu fitnah, Anda yang sebut vaksin merupakan hibah dari Uni Emirat Arab, itu fitnah!” kata Ngabalin ke Fadli.

“Saya cuma mau bilang orang-orang yang suka nyinyir itu harusnya dibuka isi kepalanya. Jangan asal menuduh menzalimi orang seenak perutnya, ini fitnah orang tanpa pakai pengetahuan,” kata Ngabalin lagi.

“Saya tidak bilang dari UEA, yang saya kritik kenapa vaksin berbayar,” kata Fadli merembet seperti dinukil Hops.id.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Wahyu Praditya P