Netral English Netral Mandarin
21:55wib
Relawan Sahabat Ganjar kembali melakukan deklarasi mendukung Ganjar Pranowo untuk maju sebagai calon presiden 2024. Penembakan seorang ustad bernama Armand alias Alex di depan rumahnya Jalan Nean Saba, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Tangerang hingga kini masih menjadi misteri.
Ngabalin Persilakan Kadrun Bersiap Jenguk Rocky Gerung di Bui, Rachland: Bukti Kasus Ini Dipolitisasi Pejabat Istana

Senin, 13-September-2021 10:10

Rachland Nashidik
Foto : Istimewa
Rachland Nashidik
7

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politikus Demokrat, Rachland Nashidik menilai bahwa kasus Rocky Gerung disomasi Sentul City adalah kasus politisasi. 

Buktina, menurutnya adalah pernyataan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin memberi peringatan kepada kelompok yang kerap mengkritik pemerintah untuk bersiap-siap menjenguk pengamat politik Rocky Gerung dibui.

“Bukti bahwa kasus ini memang dipolitisasi pejabat istana. Cara baru merepresi oposisi dan membungkam kritik?” kata Rachland Nashidik, Senin 13 September 2021.

Untuk diketahui, Ali Mochtar Ngabalin sebelumnya memberi peringatan kepada kelompok yang kerap mengkritik pemerintah untuk bersiap-siap menjenguk pengamat politik Rocky Gerung di bui atas kasus sengketa lahan rumah Rocky Gerung di Desa Bojong Koneng, Bogor, Jawa Barat.

Tanah itu diklaim oleh PT Sentul City Tbk, Rocky Gerung diminta segera mengosongkan rumahnya dalam waktu 7 hari. Menurut Ngabalin, jika Rocky Gerung masih berkelit, maka perkara ini bisa saja berujung penjara bagi dirinya.

Ali Ngabalin menggunakan istilah kadrun (kadal gurun) merujuk pada kelompok pengkritik pemerintah Joko Widodo - Ma'ruf Amin. Dia mengatakan Rocky Gerung adalah panutan para kelompok ini.

"Iya dia (Rocky Gerung) kan maha gurunya kadrun kan. Kadrun itu mau berpendapat tunggu setelah Rocky berpendapat. Jadi maha gurunya, junjungannya,” kata Ali Ngabalin seperti dikutip dari Populis pada Minggu (12/9/2021).

Ali Ngabalin secara pribadi menyatakan dukungannya kepada PT Sentul City untuk mengebut perkara itu hingga tuntas.

"Sama Sentul city saya sudah bilang di Twitter kan, gas full aja," tegasnya.

Ali Ngabalin menegaskan bahwa persoalan yang dihadapi Rocky saat ini bukanlah masalah politik, bukan masalah kebebasan berpendapat dan bersikap. Tapi masalah hak kepemilikan tanah, lahan.

“Dia (Rocky) bangun di atas tanah yang dia tidak tau peruntukannya, atau dia tidak tau tentang kepemilikan yang sah dan lain-lain. Kan dikasih waktu itu 7x24 jam kan informasinya. Ya harus bergeser, jangan lagi tinggal," tandasnya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati