Netral English Netral Mandarin
15:00wib
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 optimistis target capaian program vaksinasi virus corona di Indonesia akan rampung sesuai target awal pemerintah yakni pada Desember 2021. Kasus COVID-19 meningkat drastis selama seminggu terakhir. Rumah sakit hingga Wisma Atlet melaporkan bed occupancy rate yang terus meningkat.
Ngabalin Sebut Pengkritik Tes Pegawai KPK Berotak Sungsang, Musni Umar: Agar Lebih Hati-Hati dalam Berkata

Kamis, 13-Mei-2021 20:04

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin
Foto : Istimewa
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin
2

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sosiolog Musni Umar mengikritik Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin untuk berhati -hati dalam berkata.

Hal ini berawal dari pembelaan  Ali Mochtar Ngabalin terhadap pelaksanaan tes wawasan kebangsaan (TWK) dan proses penonaktifan 75 orang pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ali Ngabalin tak sepakat dengan anggapan TWK digelar tanpa landasan hukum yang jelas. Dia justru menyerang balik pihak-pihak yang mengkritik TWK KPK.

"Mereka menuduh bahwa proses TWK suatu proses diada-adakan karena di UU tidak ada rujukan pasal dan ayat tentang TWK. Ini orang-orang yang sebetulnya tidak saja tolol, tapi memang cara berpikir terbalik, otak-otak sungsang ini namanya," kata Ngabalin, Rabu (12/5/2021) seperi yang dikutip dari CNNIndonesia.com.

Musni Umar memberi nasihat kepada ngabalin agar berhati-hati dalam mengeluarkan perkataan terkait proses Tes Wawasan Kebangsaan karena yang mengkritik itu adalah tokoh-tokoh dan masyarakat luas.

”Nasihat saya ke Bung Ngabalin agar lebih hati2 dlm berkt. Yg kritik TWK KPK tokoh NU, Muhammadiyah, akademisi dan masy. luas," tulis Musni Umar di akun Twitternya, Kamis (13/5/2021).

Rektor Universitas Ibnu Chaldun ini juga mengingatkan Ngabalin jangan membela kezaliman tapi belah kebenaran dan keadilan.

"Jgn bela kezaliman. Anda kan Doktor belalah kebenaran dan keadilan. 75 penyidik diperlakukan tdk adil. Sebagai caleg pemilu 2024 jaga kata dan perbuatan," ujarnya.

Reporter : Sesmawati
Editor : Sulha Handayani