Netral English Netral Mandarin
22:28wib
Aparat dari satuan TNI dan Polri akan menjadi koordinator dalam pelaksanaan tracing (pelacakan) Covid-19 dalam Pemberlakuan Pembatasan Sosial Masyarakat (PPKM) yang kembali diperpanjang. Presiden Joko Widodo memberi kelonggaran selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 diperpanjang mulai 26 Juli hingga 2 Agustus 2021.
Ngabalin 'Semprot' Anwar Abbas yang Singgung Agama Kapolri dengan Kasus Paul Zhang

Jumat, 23-April-2021 22:20

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin
Foto : Istimewa
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin
31

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin menyindir keras Anwar Abbas yang menyebut tersangka penistaan agama dan ujaran kebencian Jozeph Paul Zhang yakin tidak akan ditindak lantaran Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beragama Kristen.

Ngabalin menilai, pernyataan Anwar Abbas menunjukkan watak dan kepribadian yang penuh dendam. Menurutnya, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu tidak bisa lagi menyembunyikan kebenciannya terhadap Kapolri yang beragama Kristen.

Hal tersebut disampaikan Ngabalin melalui akun Twitternya dengan menautkan tangkapan layar artikel berita berjudul 'Anwar Abbas Sebut Jozeph Berani Nantang karena Yakin Tak Akan Diapa-apakan Kapolri yang Kristen.'

"Pa'tua dengan cara berpikir otak sungsang, watak dan kepribadiannya penuh dendam tidak bisa lagi menyembunyikan kebenciannya pada KAPOLRI Listyo Sigit Prabowo sebagai seorang KRISTIANI," tulis Ngabalin di akun Twitternya, seperti dilihat netralnews.com, Jumat (23/4/2021).

Dengan karakter dan kepribadian yang demikian, lanjut Ngabalin, sosok Anwar Abbas tidak patut diteladani.

"Kalau bukan karena hawa nafsu pasti cara berpikir ekstrimisme, sosok yang tidak patut diteladani karena karakter intoleransi," cuit @AliNgabalinNew.

Sebelumnya, Wakil Ketua MUI Anwar Abbas menyoroti kasus YouTuber Jozeph Paul Zhang yang mengaku sebagai Nabi ke-26 dan membuat sejumlah pernyataan yang dinilai menghina Nabi Muhammad SAW dan menistakan agama Islam.

Anwar Abbas mengatakan, ulah Jozeph Paul Zhang telah membuat negara gaduh. Ia menyebut, Jozeph telah melanggar aturan-aturan yang sangat fundamental dan mendasar.

"Bayangkan ya, orang yang namanya Paul Zhang ini, ribut kita semua itu, negara lain pun ribut dibuatnya, karena terjadi pelanggaran-pelanggaran yang sangat fundamental dan mendasar," kata Anwar Abbas dalam acara Apa Kabar Indonesia di tvOne, dikutip Rabu (21/4/2021).

Anwar mengungkapkan, agama adalah sesuatu yang dianggap suci dan Nabi bagi pemeluk agama adalah orang yang sangat dihormati. Karenanya, umat akan marah jika ada yang menghina atau melecehkan Nabi dan agama.

"Karena yang namanya agama itu adalah sesuatu yang kita anggap suci, yang namanya Nabi itu bagi para pemeluk agama adalah orang-orang yang sangat dihormati. Jadi kalau misalnya agama dan Nabi dihina, dicela, dicerca, ya tentu saja kemarahan akan memuncak. Dan akibatnya stabilitas dalam negeri akan menjadi terganggu," ujarnya.

Lebih jauh, Anwar Abbas mengaku bahwa berdasarkan video yang ia tonton, Jozeph Paul Zhang terkesan tak kenal takut dan malah menantang lantaran meyakini dirinya tidak akan diapa-apakan oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang beragama Kristen.

"Saya melihat Bapak Kapolri yang sangat sensitif sekali terhadap hal ini. Kalau dalam video yang saya baca dan dengar itu, Paul Zhang ini yakin dia tidak akan diapa-apakan karena Kapolrinya Kristen katanya kan," ungkapnya.

"Kesimpulan saya, ayo mari kita sama- sama buktikan bahwa Kapolri tidak seperti yang diasumsikan itu," tutur Anwar Abbas.

Namun demikian, Anwar Abbas yakin jika Listyo Sigit Prabowo akan bersikap tegas terhadap pelanggaran yang dilakukan Jozeph Paul Zhang.

"Karena saya sudah pernah berdiskusi dengan beliau (Kapolri) dan beliau ini sangat menghormati nilai-nilai atau norma-norma untuk saling menghormati antarumat beragama," pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati