Netral English Netral Mandarin
15:33wib
Barcelona yang tumbang di tangan Bayern Munich sehingga dipastikan tersingkir dari ajang Liga Champions 2021-2022. Hasil analisis dan investigasi penyidik Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya terhadap beberapa kecelakaan bus Transjakarta menunjukkan sebagian besar disebabkan oleh faktor kesalahan manusia.
Ngamuk! Nikita Mirzani: Indonesia Berduka Malah Dibisniskan, Netizen: Faktanya Iya sih

Kamis, 22-Juli-2021 08:42

Ilustrasi Nikita Mirzani sedang marah
Foto : Youtube
Ilustrasi Nikita Mirzani sedang marah
100

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Artis Nikita Mirzani ngamuk terhadap hotel bintang lima yang menurutnya malah membisniskan situasi duka di tengah pandemi copid-19. 

Banyak warganet mendukung apa yang dilakukan Nikita. Di akun FB Mak Lambe Turah, Kamis 22 Juli 2021, sejumlah netizen menganggap apa yang disampaikan Nikita sesuai fakta yang terjadi di lapangan. 

MLT: “faktanya iya sih.”

Mbah Jam: “Kebijakan pemerintah itu baik buruknya tergantung pada penyelewengan nya... Karena di sana itu ada yang menjanjikan....”

Ester Mdk: “Nyai ungkap nama hotelnya.  Gaya Mak2 setrong.”

Kang Bahar: “Hajar terus Maaak buka nama HOTELNYA.”

Ayu Gherasim: "Bener itu makk, setuju dgn apa yg d katakan Nikita, mereka menjadi kan ini "aji mumpung"

Susan: “Biar pun hasil negatif,,tp tetap ga boleh keluar sih betul lah,,kan virus ga langsung keluarin gejala nya ,,,yg harus di protes ,,mungkin makanan saja dan harga nya kamar,,jd aji mumpung.”

Untyk diketahui, Nikita Mirzani meluapkan kekesalannya terhadap hotel mewah bintang lima yang ia tempati untuk menjalani karantina setelah pulang berlibur dari Turki. Menurut Niki, hotel tersebut memperlakukannya seperti mereka yang ada di balik tahanan.

Padahal, hasil test PCR ibu tiga anak ini negatif. Selain itu, Niki juga mengungkapkan harapannya. Seperti apa? Simak ulasan berikut.

Setelah berlibur ke Turki, Nikita Mirzani harus menjalani karantina lebih dulu sebelum menjalani aktivitas seperti biasanya. Wanita 35 tahun itu dikarantina di salah satu hotel mewah di Jakarta.

Namun saat sedang karantina, Niki menuliskan kekesalannya lewat Instagram Stories berlatar hitam. Ia tak sungkan mendoakan agar hotel tempatnya karantina ditutup selamanya. Hal itu karena menurut Niki, hotel tersebut mencari keuntungan di tengah pandemi Covid-19.

“Indonesia berduka, tapi beberapa orang membuat duka ini menjadi bisnis untuk keuntungan usaha masing-masing, mudah-mudahan yah hotel mewah yang menampung orang-orang yang sedang dikarantina tutup selama-lamanya. Agar tidak menyusahkan orang-orang yang tidak mampu untuk karantina di hotel tersebut,” tulis Nikita Mirzani di Instagram Stories.

Niki mengaku akan menyebutkan nama hotel yang dimaksud jika dirinya makin kesal. “Ntar kalau gemes gue mention namanya. Gue suka kalau ributnya sama yang begini-begini ni.

Perlakukan Niki seperti tahanan

Menurut Niki, hotel tersebut memperlakukannya seperti orang yang berada di balik jeruji besi. Padahal, hasil test PCR menunjukkan hasil negatif.

“Ternyata hotel mewah bintang 5 yang menyediakan jasa karantina itu diperlakukan seperti tahanan. Padahal hasil PCR nya negatif tapi diperlakukan seperti orang positif,” ujarnya.

Niki kemudian menjelaskan apa yang ia dapatkan ketika karantina di hotel tersebut. Mulai dari tidak bisa menghirup udara segar, makanannya busuk hingga kamarnya dinilai panas. Mantan istri Dipo Latief tersebut tak sungkan memberikan tanggapan menohok untuk hotel itu.

“Tidak bisa menghirup udara luar, makanannya busuk, udah hotel mahal tapi disuruh cuci piring dll sendiri. Lalu kamar hotel pun panas, tepatnya pengap, mudah-mudahan cepat pailit yah itu hotel. Terus semua karyawannya kena COVID yang bergejala parah,” ucap Niki.

Tak berhenti sampai di situ, Nikita Mirzani juga mengatakan kalau biaya hotel tempatnya dikarantina tiba-tiba berubah, semula Rp17 juta kini naik menjadi Rp22 juta.

“Harga hotel ketika di bandara 17 jt. Lalu sampai hotel tiba-tiba naik jadi 22 jt, pada mati aja lo deh mendingan,” ungkapnya.

Niki berharap agar pihak hotel lebih bijak dalam memperlakukan orang-orang yang sedang dikarantina. Agar uang yang sudah diterima oleh pihak hotel tidak sia-sia.

“Setahu saya orang berhak memilih hotel mana yang mau mereka tempatin selama masa karantina. Lah kok ini kalan maksa orang-orang yang enggak mampu untuk bayar hotel bintang 5 yang jelek itu untuk tetap tinggal di sana dan bayar full. Kalau udah enggak sanggup buat bayar kebutuhan hotel mendiangan tutup aja deh daripada bikin dosa,” pungkas Nikita Mirzani dinukil hops.id.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli

Berita Terkait

Berita Rekomendasi