Netral English Netral Mandarin
banner paskah
02:49wib
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyetujui penggunaan izin darurat (emergency use authorization/EUA) vaksin Covid-19 Sinopharm dengan efikasi 78,1 persen. Satgas Penanganan Covid-19 menyatakan bahwa mudik Lebaran 2021, baik itu jarak jauh maupun jarak dekat, tetap ditiadakan.
Ngeri! Hantu Penunggu Kantor BUMN Ini Besar Nyalinya, Direktur pun Diganggu

Jumat, 30-April-2021 02:00

Ilustrasi ruang kerja Direksi BUMN
Foto : Homify
Ilustrasi ruang kerja Direksi BUMN
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - “Kisah ini bukan mengada-ada, Mas. Nyata, fakta, dan bukan fenomena atau sekadar hoaks,” kata Suripto (56) kepada Netralnews, Rabu 28 April 2021.

Ia adalah sopir pribadi seorang Direksi di salah satu BUMN yang berkantor di wilayah Jatinegara, Jakarta Timur. 

Sejak pagi-pagi buta hingga larut malam, ia selalu mengawal sang Direksi.

“Apalagi bulan Ramadan, usai Sahur, Bapak langsung berangkat ke kantor. Jam 06.00 sudah sampai kantor lalu mandi di kantor. Ya begitulah kebiasaan bapak. Datang paling awal sebelum karyawan datang, pulang paling akhir,” tuturnya yang mengaku keberatan bila nama bos dan BUMN-nya disebut. 

“Bukan saya takut, tetapi demi kebaikan BUMN itu. Jangan sampai dicap jelek, Mas. Kalau soal cerita saya, boleh silakan di cross check sama Bapak. Saya ndak bohonglah. Saya puasa, jadi dosa dan batal kalau saya bohong,” kata Suripto meyakinkan. 

Ia secara khusus mengisahkan tentang kejadian mistis yang sering terjadi di kantor BUMN tersebut. Bahkan belum lama ini, hantu penghuni kantor itu mengganggu sang majikan. 

“Kala diistilahkan, nyali hantu penghuni kantor Bapak itu sangat besar. Gimana tidak, Direksi aja diganggu. Berani sekali dia. Selain itu, nggak hanya malam. Yang terakhir malah pagi-pagi. Saya sendiri menjadi saksi,” kata Sutipto. 

Tiga hari sebelum bulan Ramadan, menurut Suripto, Sang Majikan sudah berada di dalam ruang kerjanya. 

“Masih sangat pagi sekitar pukul 07.45. Saya di ruang tunggu. Bapak di ruang kerja. Saya baca WA, mendadak muncul suara seperti baran kaca jatuh, pecah, dan berantakan. Krompyannnggg, gitu. Keras dan bergema. Saya kaget. Pak Direktur sampai beuru-buru keluar dan mencari sumber suara,” tuturnya. 

Suripto dan majikannya segera mencari apa sebenarnya suara itu. Karyawan belum ada satu pun datang. Petugas security ada di gerbang dan jauh. Benda jatuh pun tak ada. Kucing pun tak ada.

“Kami berdua keliling dan tak temukan apapun. Nah, masalahnya, kejadian seperti ini bukan hanya kali ini saja. Sudah seringkali terjadi. Memang tidak mencelakakan, tetapi ya ini faktanya. Di kantor ini memang angker,” lagi-lagi Suripto meyakinkan. 

Ia kemudian mengisahkan karyawan BUMN yang mengaku pernah melihat makhluk yang disebut-sebut menghuni kantor tersebut. 

“Gedung ini kan peninggalan zaman Belanda. Angker karena dekat lokasi pembuangan mayat di zaman itu. Nah, ada yang berpendapat ada kaitannya. Makhluk tak kasat mata terkait zaman dahulu ini berdiam di tempat ini. Yang pernah mengaku melihat itu sosoknya hitam besar,” kata Suripto. 

Suripto  yang  sudah 15 tahun mendampingi Direktur BUMN tersebut sudah tak kaget kalau majikannya kemudian meminta nunggu di ruang tunggu jika sedang lembur. 

“Bapak sih bukan orang penakut. Hanya jaga-jaga saja, khawatir terkejut dan pingsan kalau sedang diganggu hantu tersebut,” kata Suripto menjelaskan. 

Untuk diketahui, lokasi gedung kantor BUMN yang dikisahkan Suripto berada tidak terlalu jauh dari Kelurahan Rawa Bunga. 

Wilayah Rawa Bunga tempo dulu dikenal juga sebagai Rawa Bangke. Konon, dahuku wilayah ini berupa rawa-rawa dan hutan-hutan. 

Dalam cerita tutur warga setempat, pada zaman sebelum VOC berkuasa daerah Jatinegara ke utara masih berupa daerah rawa yang sangat luas. Dan di Rawa Bunga ini terkenal tidak aman.

Di daerah tersebut seringkali terjadi aksi pembunuhan dan mayat sering dibuang di rawa-rawa sehingga kemudian dinamakan rawa bangkai. 

Namun dalam perjalanannya, setelah rawa diubah menjadi daerah pemukiman, namanya diubah karena konotasinya yang tidak baik. Mulanya nama yang dipakai adalah Rawa Bening kemudian berubah lagi menjadi Rawa Bunga hingga sekarang.

“Kalau dikaitkan dengan arwah-arwah yang meninggal dan dibuang di zaman itu lalu menghuni gedung tua dan sekarang menjadi BUMN tempat Bapak ngantor, saya ndak bisa menjawab. Silakan orang berpendapat. Namun kalau saya berpendapat, bukan arwah. Saya meyakini yang menghuni gedung BUMN ini adalah jin setan,” kata Suripto yang terkenal rajin jalankan Salat lima waktu. 

“Saya tetap menghormati bila ada pendapat berbeda dengan saya. Tapi keyakinan saya sih, hantu penghuni kantor Bapak ini adalah jin setan. Tergantung orang yang diganggu. Kalau kuat ya tidak apa-apa. Kalau tak kuat, biasanya berdampak pada kesehatannya. Untung Bapak kuat,” pungkas Suripto.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli