Netral English Netral Mandarin
13:40wib
Publik dihebohkan dengan ucapan selamat hari raya dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas kepada umat Baha'i. Video itu jadi sorotan karena Baha'i bukan salah satu dari enam agama yang diakui negara. Menaker Ida Fauziyah menyatakan karyawan dengan gaji di atas Rp 3,5 juta tetap bisa mendapatkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp 1 juta.
Ngeri! Jenguk Tunangan, Doni Malah Diincar Arwah Noni Korban Bunuh Diri

Rabu, 14-Juli-2021 10:55

Memento Mori, Makam Kerkhope Purworejo Jawa Tengah
Foto : Kekunaan
Memento Mori, Makam Kerkhope Purworejo Jawa Tengah
12

PURWOREJO, NETRALNEWS.COM – Niat hati, Doni (29) ingin menjenguk tunangannya yang tinggal di Kota Purworejo Jawa Tengah, namun ia justru menjumpai pengalaman mengerikan. 

Sebagai pemuda yang menghargai etika dan pranata susila di kota tersebut, Doni memilih memesan kamar hotel ketimbang menginap di rumah calon mertua.

“Iya, itu sudah menjadi prinsip saya. Saya belum resmi menikah dengan tunangan saya, jadi saya tak mau menginap di rumah calon mertua  saya,” tutur Doni yang sehari-hari berkerja sebagsalah satu rumah sakit kota Jakarta.

Hari itu secara khusus, ia memesan satu kamar hotel untuk tiga hari dua malam. Namun, baru hari pertama, ia memutuskan pindah hotel karena merasa ada yang aneh dan muncul sosok tak kasat mata mengganggunya.

“Aneh sekali rasanya. Firasat saya ndak nyaman aja. Sore itu kan saya check in, lalu terima kunci. Baru mau masuk  kamar di lantai dua, badan langsung merinding. Terus pintu belum dibuka, sudah ada suara ‘berdebam’ di dalam kamar,” kata Doni yang mengaku terkejut.

Ia tengok kanan dan kiri kamar yang ia pesan. Namun, tak ada satu pun orang. Ia kemudian menghibur diri, mungkin ada kucing di dalam kamarnya.

Tak lama kemudian kunci berputar, “ceklek, ceklek” dua kali. Lagi-lagi Doni terperanjat. Di tengah remang-remang kamar karena lampu belum dinyalakan, muncul sosok misterius.

“Nyaris jantung saya mau copot. Begitu pintu terbuka, muncul sekelebat sosok perempuan bergaun merah berambut panjang seperti terkejut, kemudian menghilang di balik jendela kamar yang terutup horden. Agak takut saya mendekati jendela. Saya masih sempat berpikir itu sosok orang betulan, tapi begitu horden tersibak, posisi jendela masih terkunci dan jendela berteralis,” papar Doni.

Sontak Doni semakin takut. Ada perasaan ngeri menjalar. Cepat ia berpikir bahwa jika ia lanjutkan menginap di kamar itu, bisa jadi bukan justri istirahat yang diperolehnya tetapi teror sosok tak kasat mata dikhawatirkan malah menjadi-jadi.

“Saya memilih segera pindah hotel. Begitu turun, petugas hotel heran mengapa saya langsung check out padahal belum juga dua jam di hotel itu. Tak peduli sudah saya bayar, yang penting saya aman,” kata Doni kepada Netralnews, Selasa 13 Juli 2021.

Pengalaman Doni membuatnya menelisik keberadaan hotel tersebut. Berdasar cerita calon mertuanya, diketahui, hotel tersebut ternyata menempati gedung tua peninggalan era Belanda. Namun demi menjaga citra hotel tersebut, Doni meminta agar nama hotel tak disebut-sebut.

Konon, sebelum dijadikan hotel, bangunan tua itu pernah ditinggali keluarga berdarah campuran Belanda-Afrika. Keluarga tersebut merupakan anggota serdadu Belanda berpangkat lumayan dengan nama Van De Vinj.

Ada dua anak tinggal di gedung itu. Warga setempat menyebutnya sinyo dan noni. Ngerinya, banyak warga sekitar  bahwa rumah itu dihuni oleh sosok hantu noni belanda bergaun merah.

Di samping gedung juga ada pohon sawo besar. Di pohon sawo tersebut juga dikabarkan sering muncul penampakan noni Belanda.

Lalu, siapa sesungguhnya sosok noni yang dianggap warga sering gentayangan dan masih menghuni gedung tua itu setelah diubah menjadi hotel?

Ada sas-sus, noni Belanda putra keluarga  Van De Vinj meninggal bunuh diri gegara patah hati ditinggal tunangannya menikah dengan perempuan lain. Tunangannya adalah keturunan Belanda kerabat pemilik pabrik gula di wilayah Prembun, Kebumen, Jawa Tengah.

Jasad sang noni kemudian dikuburkan di Kerkhof (Kuburan Belanda) di kota Purworejo.  Namun, entah benar atau tidak sosok hantu gentayangan adalah noni yang bunuh diri, sulit dibuktikan.

Hanya saja, sejak kematiannya, beredar kabar bahwa sosok noni sering gentayangan mengganggu orang, terutama mereka yang memiliki pacar atau suami-istri yang baru menikah.

Munculah cerita lain yang menyebut-nyebut sosok noni belanda yang bunuh driri tersebut iri hati dan selalu mengganggu pasangan muda yang sedang jatuh cinta.

“Saya bukan orang pintar. Namun begitulah cerita yang saya peroleh dari calon mertua dan warga di Purworejo,” kata Doni.

Untuk diketahui, sebelum kemerdekaan RI, memang benar ada kompleks khusus warga Belanda di kota Purworejo yang kala itu masuk Karisidenan Kedu.

Di daerah ini memang cukup banyak tentara Belanda berdara campuran Eropa-Afrika. Banyak pula keturunan mereka kemudian ikut pindah dan meninggalkan Purworejo, usai proklamasi kemerdekaan RI.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sulha Handayani