Netral English Netral Mandarin
10:44wib
Sejumlah Guru Besar meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memeriksa Firli Bahuri Cs. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berkelakar bakal menjadi tim sukses Sandiaga Uno pada pemilihan presiden 2024 mendatang.
Ngeri! Jika Bom Mother of Satan Tak Terungkap Hancur Indonesia, DS: Pasukan Hitam Berhasil tapi Tak Pernah Dipuji

Jumat, 07-Mei-2021 07:38

Ilustrasi pasukan Densus 88 dan Denny Siregar
Foto : Kolase Netralnews
Ilustrasi pasukan Densus 88 dan Denny Siregar
3

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Denny Siregar (DS) memberikan apresiasi kepada Densus 88 yang selalu di garda depan dalam memberantas teroris. Densus 88 Tak pernah minta pujian dan tak boleh terkenal namun kalau gagal mereka yang pertama dicaci maki.

Denny menyebut Densus 88 pasukan burung hantu. Ia juga menyinggung keberhasilan bongkar teroris condet yang sangat mengerikan jika sampai tak dibongkar Densus 88.

“Saya sudah lama sekali tidak berjumpa dengan mereka, pasukan burung hantu itu. Saya tahu, mereka sibuk sekali di lapangan. Begitu banyak kejadian yang bisa dicegah, karena mereka turun di lapangan,” kata Denny Siregar Jumat 7 Mei 2021.

“Seperti kejadian di Condet kemaren, ketika Densus menyita bom2 mother of satan. Wah kalau gak dihadang, bayangkan apa yang terjadi di negeri kita?” tanyanya.

“Pasukan hitam2 itu ketika dilapangan selalu memakai penutup muka. Mereka tidak boleh terkenal, karena berbahaya buat keluarga mereka. Ketika berhasil mereka tidak dipuji. Ketika gagal, merekalah yang pertama kali dimaki..,” kata Denny.

“Selamat bekerja, teman2. Semoga selamat ketika dilapangan. Salam hormat buat kalian,” pungkasnya.

Berikut catatan lengkap Denny Siregar:

PASUKAN BURUNG HANTU

Ini cerita lama. Sekitar tahun 2018an deh kayaknya..

Lagi asyik ngopi sendirian, tiba-tiba disamperin orang2 besar dengan kulit rada hitam karena terbakar matahari.

"Aduh, ada apa lagi ini ? " Pikirku. Maklumlah, banyak banget yang ngancam waktu itu. Dan saya udah diingatkan banyak orang supaya hati-hati.

Meja saya pun dikelilingi oleh mereka. Tatapan mereka dingin dan bikin mental jatuh sesaat. "Bang Denny ya ? Denny Siregar, benar?" Tanya seorang dari mereka. Mau ngaku, salah. Gak ngaku kok ya keblinger. Udah deh, pasrah aja. 

"Iya.." Jawab saya lemah. Habis gua..

"Eh, benar dia Denny Siregar..," Yang nanya tiba2 sumringah. Yang lainpun ketawa. Duh, langsung nyesss. Ternyata mereka gak punya niat buruk. Legaaa rasanya.

Akhirnya kami nongkrong bersama. Dan body gua yang paling kecil. Mereka gede-gede, bok. Mereka pesan kopi dan mulai cerita-cerita.

Ternyata itu teman2 dari Densus. Ah, keren. Dan insting reporter saya bekerja. Saya banyak nanya ke mereka tentang banyak kejadian terorisme di negeri ini, dan mereka bercerita dengan asyiknya.

Dan, seperti sudah kebiasaan personel mereka, cerutupun dikeluarkan. Rupanya cerutu bagi Densus adalah lambang persahabatan. Kalau kita ditawari, berarti kita sudah dianggap sahabat. 

Saya sudah lama sekali tidak berjumpa dengan mereka, pasukan burung hantu itu. Saya tahu, mereka sibuk sekali di lapangan. Begitu banyak kejadian yang bisa dicegah, karena mereka turun di lapangan. 

Seperti kejadian di Condet kemaren, ketika Densus menyita bom2 mother of satan. Wah kalau gak dihadang, bayangkan apa yang terjadi di negeri kita?

Pasukan hitam2 itu ketika dilapangan selalu memakai penutup muka. Mereka tidak boleh terkenal, karena berbahaya buat keluarga mereka. Ketika berhasil mereka tidak dipuji. Ketika gagal, merekalah yang pertama kali dimaki..

Selamat bekerja, teman2. Semoga selamat ketika dilapangan. Salam hormat buat kalian. 

Semoga satu waktu, ketika longgar, kita bisa ngopi lagi bersama sambil cerita bagaimana menyelamatkan negara kita tercinta..

Seruputt..

Denny Siregar

Teroris Condet Ditangkap

Sebelumnya diberitakan, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap seorang terduga teroris berinisial W di kawasan Condet, Jakarta Timur. Dalam hal ini, yang bersangkutan diduga terlibat dalam rencana aksi teror di Ibu Kota.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengungkapkan, W disinyalir mengetahui pembuatan bom di terduga teroris Husein. 

"Saudara W adalah tersangka teroris yang telah ditetapkan DPO yang memiliki peran ikut merencanakan dan ikut mengetahui pembuatan bom di rumah HH yang telah ditangkap sebelumnya," kata Ahmad dalam jumpa pers di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Jumat (9/4/2021). 

Kemudian, W juga diduga telah menyiapkan lokasi untuk melakukan uji coba di daerah Ciampea, Bogor. Saat ini, kata Ahmad, W sudah ditangkap dan sedang menjalani pemeriksaan intensif. 

"Jadi 2 peran yang sementara diketahui sehingga dinyatakan oleh penyidik Densus 88 saudara W DPO. dan telah ditangkap, saat ini masih dilakukan di rumah yang bersangkutan dan selanjutnya nanti TSK akan diamankan ke rutan Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujar Ahmad.

Detasemen Khusus Antiteror 88 Polri kembali mengamankan terduga teroris di Jakarta. Kali ini, Tim Densus 88 mendatangi sebuah rumah tinggal di RT 03/08, Jalan TB Simatupang, Kelurahan Gedong, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (9/4/2021). Satu orang berinisial WI diamankan aparat polisi.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati