Netral English Netral Mandarin
11:01wib
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengaku siap maju menjadi calon presiden (capres) di Pilpres 2024. Presiden Joko Widodo ingin agar pelaksanaan penyuntikan booster vaksin Covid-19 dilakukan mulai awal 2022.
Ngeri! Kamar Mayat Penuh, Covid Menjadi-jadi di Negara Tetangga RI, Netizen: Inilah Wajah Dunia Hari Ini

Jumat, 08-Oktober-2021 17:35

Ilustrasi pemakaman jenazah Covid-19
Foto : kbr.id
Ilustrasi pemakaman jenazah Covid-19
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kabar tingginya kasus meninggal akibad pandemi Covid-19 di papua Nugini membuat warganet ngeri. 

“Jadi emang sebenarnya negara kita belom 100% aman walau kasus menurun. Hanya saja live must go on. Gabisa dirumah melulu,” cuit akun FB Mak Lambe Turah, Jumat 8 Oktober 2021.

“Beberapa daerah mungkin bisa WFH dan beberapa orang dengan fasilitas memadai bisa melakukan apapun dari rumah tapi beberapa lainnya terbentur dengan pekerjaan yg gak mungkin dirumah dan terbentur dengan jaringan internet yg gk memadai. So live must go on. Tapi tetap taat prokes dan wajib waspada,” lanjutnya.

“Kesehatan dipertaruhkan? Iya. Hidup dipertaruhkan? Pasti. Tapi, inilah wajah dunia HARI INI. Resiko kekinian penghuni dunia, tantangan kekinian penghuni dunia sejak 2020,” tandasnya.

Untuk diketahui, Papua Nugini kini darurat Covid-19. Lonjakan kasus belum lama ini membebani sistem perawatan kesehatan yang memang sudah memburuk, membuat rumah sakit penuh dan kamar mayat dibanjiri korban virus SARS-CoV-2.

Sistem perawatan kesehatan Papua Nugini memang kekurangan obat-obatan, pendanaan, infrastruktur dan tenaga kesehatan. Sejak terjadinya lonjakan kasus, rumah sakit besar dipaksa mengurangi bahkan menutup layanan medis vital.

Rincian terbaru menunjukkan lonjakan hingga 600, dari 255 kasus empat minggu sebelumnya. Kematian meningkat dari dua kasus menjadi 17. Namun, jumlah ini diyakini bisa lebih besar karena tingkat pengujian yang rendah di negara itu.

Di Lae, kota terbesar kedua di negara itu, Rumah Sakit Umum Angau menerima rata-rata lima kasus baru sehari dan mencatat 19 kematian pada September saja. Satu-satunya rumah sakit umum di kota itu hanya memiliki 320 tempat tidur dan 150 tempat tidur sementara.

Otoritas kesehatan bahkan telah dipaksa untuk mengubah stadion kota menjadi rumah sakit darurat dan kamar mayat.

"Tujuh belas pasien saat ini dirawat di stadion. Manajemen rumah sakit telah memutuskan untuk mengubah bangsal TB yang resisten terhadap obat yang baru dibangun menjadi bangsal Covid karena stadion tidak diatur dengan benar," kata Dr Alex Peawi, kepala departemen darurat rumah sakit, dikutip dari Guardian.

Di Dataran Tinggi Timur, kasus Covid-19 membanjiri rumah sakit provinsi Goroka. Seorang dokter yang bekerja di sana men-tweet bahwa itu adalah "krisis yang sedang berlangsung di depan mata kita".

Pekan lalu, sejumlah tindakan diberlakukan di provinsi tersebut untuk mengelola lonjakan. Termasuk jam malam, larangan pertemuan orang banyak lebih dari 20 orang, penutupan pasar utama dan pasar sirih.

Di provinsi Dataran Tinggi Barat, wilayah terpadat di negara itu, rumah sakit umum Mount Hagen juga berada di ambang penutupan. Laporan Post Courier mengatakan ini akibat lonjakan kasus Covid-19 dan kekurangan dana pemerintah.

Hanya lima dari 20 tempat tidur isolasi rumah sakit yang masih tersedia. Sementara dua orang meninggal pekan lalu dan dua lagi dalam kondisi kritis.

Menurut otoritas kesehatan provinsi, rumah sakit akan terpaksa ditutup sebelum Natal jika pendanaan semakin tertunda. Rumah sakit ini adalah satu-satunya rumah sakit umum di Mount Hagen dan melayani populasi 46.256 orang.

Di Provinsi Oro, staf di rumah sakit umum Popondetta terpaksa menggunakan kantong es di kamar mayat untuk membantu menjaga agar freezer tetap berfungsi. Gubernur Oro Gary Juffa mengakui bahwa keadaan kamar mayat di rumah sakit itu "menyedihkan".

"Kami kekurangan tempat. Kami menghadapi masalah serius dengan kamar mayat dan kapasitasnya," katanya seperti dilansir CNBC Indonesia.

Sementara itu, rumah sakit rujukan utama negara, Port Moresby General, mengumumkan mereka akan mengurangi layanannya karena lonjakan pasien Covid. Menurut rumah sakit, saat ini memiliki 50 pasien rawat inap Covid dan jumlahnya diperkirakan akan meningkat selama beberapa minggu ke depan.

Operasi ditunda tanpa batas waktu, klinik konsultasi ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut. Layanan patologi, klinik TB, departemen darurat dan radiologi dan semua layanan penting lainnya juga akan terpengaruh.

Otoritas kesehatan telah mendesak orang untuk divaksinasi, namun jumlah vaksinasi masih sangat rendah dan keragu-raguan tinggi karena informasi yang salah. Hingga saat ini, 130.262 orang telah divaksinasi, hanya 1,3?ri populasi negara itu.

Sementara hingga Jumat (8/10/2021), Papua Nugini mencatat total 22.413 kasus infeksi dan 245 kasus kematian, sebagaimana tercatat di data Worldometers.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Wahyu Praditya P