Netral English Netral Mandarin
03:27wib
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan tak mencari Perang Dingin baru dengan China. Sejumlah jaringan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di berbagai daerah menyoroti kasus-kasus dugaan kriminalisasi petani jelang Hari Tani Nasional.
Ngeri! Samini Dirubung Pembeli Misterius seperti di Pasar, Saat Sadar Ternyata di Nisan Ayahnya

Rabu, 09-Juni-2021 19:27

Ilustrasi makam angker
Foto : Mainmain.id
Ilustrasi makam angker
81

BLORA, NETRALNEWS.COM - Mana ada penjual yang tak gembira hati jika dagangannya ramai dikerubungi pembeli. Dagangan laris, duit pun terkumpul. 

Demikianlah yang pernah dialami oleh Samini atau Mbah Samini, seorang penjual tempe goreng keliling. Usianya sudah senja. Ia menjajakan dari desa ke desa di sore hari hingga malam. 

Di suatu petang, ia merasa berjalan menuju pasar Jepon yang ramai jika pagi hari. 

Begitu tiba, hari mulai gelap. Kala itu, lampu penerangan belum menggunakan bohlam listrik tapi masih pakai dian lampu minyak kelapa. 

Ia segera menggelar dagangannya. Berdatanganlah sejumlah pemuda hingga orang tua. Jumlahnya hampir  lima belas orang. Semua mengerubungi Samini.

Mereka lahap menayantap tempe goreng hangat yang ia jajakan. Satu persatu kemudian membayar sesuai jumlah tempe yang dimakan. Habis sudah dagangannya. 

Samini segera berkemas dan hendak pulang. Mendadak kakinya  tersandung. Di depannya teronggok batu nisan tertulis jelas nama ayahnya. 

Samini terperanjat. Ia tengok kanan kiri. Ia geragapan. Antara heran dan bertanya-tanya, mengapa ia mendadak berada di tengah kuburan, persis duduk di nisan mendiang ayahnya. 

Samini akhirnya segera buru-buru pulang. Disambarnya dian penerang jalan sambil membawa panci tempat tempe dagangannya.

Tergopoh-gopoh tiba di rumah. Dia bergegas membuka kantong penyimpan uangnya. Ia sekali lagi terperanjat. Di dalam kantongnya hanya ada gumpalan tanah. Tak ada duit sepeserpun.

Padahal, jelas para pembeli sebelumnya telah membayar dan duit sudah dimasukkan dalam kantong yang ia selipkan di pinggang.  

Karena Mbah Samini tinggal di rumahnya sebatangkara, apa yang ia alami, malam itu hanya ia simpan dalam hati. 

Esok paginya barulah ia ceritakan kepada tetanggannya yang sehari-hari menjadi penjaga kuburan ayahnya. 

Tetangganya, sang penggali kubur bernama Karno. 

Lewat Karnolah cerita lisan tentang apa yang dialami Samini kemudian tersebar menjadi kisah tak tercatat namun berlanjut dari generasi ke generasi. 

Kejadian di era tahun 1990-an tersebut kemudian menjadi kenangan tentang satu lokasi yang dikenal angker hingga kini. 

Nama tempat itu adalah sebuah makam yang sering disebut dengan nama Makam Suro atau makam Mbah Pencu. Lokasinya berada di Desa Turirejo, Kecamattan Jepon, Kabupaten Blora. 

Asal usul makam tua itu konon berawal dari sosok kakek bernama Mbah Pencu. 

Oleh warga, kakek Pencu dikenal karena memiliki dua anjing sebesar macan. Keberadaan anjing sering menakutkan warga. Namun, warga takut dengan Mbah Pencu.

Sampai akhirnya Kakek Pencu dan dua anjingnya sakit secara bersamaan. Warga kemudian menamakan lokasi tinggal Mbah Pencu dengan sebutan “Suro” yang artinya “asu loro”.

Dan meninggalah Mbah Pencu beserta kedua anjingnya. Mbah Pencu dimakamkan di lokasi yang kini terkenal angker. Di lokasi itu juga dimakamkan kedua anjingnya. 

Di lokasi inilah sering muncul penampakan berbagai makhluk halus. Selain makhluk-makhluk misterius yang pernah memborong tempe dagangan Samini, konon juga sering ada penampakan kepala tanpa badan.

Warga menyebutnya hantu “glundung cengingisan.” Di era 1990-an, saat belum ada listrik, hampir tiap malam, di lokasi inilah hantu kepala glundung cengingisan gentayangan. 

Namun, kini kisah misteri seperti itu tinggal kenangan. Lampu penerangan sudah ada di mana-mana. Seolah, sejak itu hantu-hantu pun terusir. 

Kisah ini ditulis ulang dengan imaginasi penulis berdasarkan kisah Karno yang dituturkan Kamis, 27 Mei 2021 silam melalui Inewsjateng.id. 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli