Netral English Netral Mandarin
15:32wib
Sebanyak 11 siswa MTs Harapan Baru Cijantung, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, meninggal saat kegiatan pramuka susur sungai di Sungai Cileueur. Presiden Joko Widodo alias Jokowi meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan moratorium penerbitan izin usaha baru untuk pinjaman online.
Ngotot Minta Interpelasi, Politisi Gerindra ini Sebut Gembong Cs Gagal Paham

Kamis, 07-Oktober-2021 08:00

Politisi Gerindra, Abdul Ghoni
Foto : Istimewa
Politisi Gerindra, Abdul Ghoni
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono dkk dinilai gagal paham lantaran ngotot ingin tujuh Fraksi penolak interpelasi Formual E disampaikan dalam rapat Paripurna.

Pasalnya, ketujuh fraksi di Kebon Sirih sudah jelas-jelas menyatakan sikap menolak hak interpelasi tersebut. Sehingga tidak perlu lagi dibawa ke paripurna.

“Makanya, saya bilang Gembong dan teman-teman dewan yang meminta paripurna itu gagal paham,” kata Pensehat Fraksi Gerindra DPRD DKI, Abdul Ghoni, dalam keterangan persnya, Rabu (6/10/2021).

Ketua Umum Forkabi itu menjelaskan, dalam undangan rapat Badan Musyawarah (Bamus) dewan tidak ada jadwal paripurna hak interpelasi terhadap Gubernur DKI Anies Baswedan.

Namun, kata dia, dalam rapat Bamus itu tiba-tiba saja agenda tersebut muncul dan disahkan untuk menjadi rapat paripurna. Pengambilan keputusan rapat tersebut juga tidak kuorum.

Hal ini, menurut Ghoni, jelas melanggar Peraturan DPRD Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Tertib (Tatib) DPRD DKI Pasal 80 ayat (3) yang menyebutkan bahwa penandatanganan surat-surat dilakukan oleh Ketua DPRD dengan pemaraf serta paling sedikit dua orang Wakil Ketua DPRD DKI.

“Ini yang saya sebut gagal paham. Kurang baca, lah. Apa yang mau diparipurnakan?,” cetus Ghoni penasaran.

Sebagaimana diketahui, agenda rapat paripurna interpelasi Formula E yang dimotori Fraksi PDIP dan Fraksi PSI pada Selasa (28/9/2021) lalu gagal digelar, akibat diboikot oleh 7 Fraksi dari total 9 Fraksi di DPRD DKI.

Ketujuh fraksi tersebut adalah Gerindra, PKS, Partai Demokrat, PAN, NasDem, PKB-PPP, dan Golkar.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sulha Handayani