3
Netral English Netral Mandarin
16:31 wib
Sebanyak tujuh mantan kader Partai Demokrat yang baru saja dipecat bakal menggugat gugatan secara kolektif ke Pengadilan Negeri pekan depan. Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan telah memangkas jumlah BUMN dari 142 menjadi tinggal tersisa 41 perusahaan.
Nicholas Saputra Ungkap Tips Berwisata saat Pandemi

Rabu, 27-January-2021 12:45

Aktor Nicholas Saputra.
Foto : Istimewa
Aktor Nicholas Saputra.
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Aktor yang gemar travelling, Nicholas Saputra, memiliki beberapa tips ide berwisata di tengah suasana pandemi COVID-19 seperti saat ini.

Selain tetap memprioritaskan protokol kesehatan, Nicholas menyarankan agar menentukan destinasi wisata yang lebih sepi dan menentukan tema wisata di awal sebelum bepergian.

"Di saat seperti ini, refreshing itu memang diidam-idamkan, biasanya kalau kita wisata ke lokasi yang ada daya tarik orang-orang berkumpul misalnya untuk menonton konser, kali ini coba cari lokasi wisata yang di dalam kota saja atau luar kota yang enggak jauh dari kota tempat tinggal," kata Nicholas dalam jumpa pers daring Inovasi Berbasis Teknologi dan Prediksi Tren Perjalanan Traveloka 2021.

Nicholas mengatakan staycation adalah ide yang bagus untuk saat pandemi.

"Staycation dalam kota yang bisa memberikan kebutuhan misal kebutuhan keluarga, cari tempat yang bisa olahraga dan ruang bermain anak," katanya.

Riset untuk mengenali tempat-tempat lokasi staycation juga diperlukan, menurut pemeran Rangga dalam film AADC (2012) itu.

Lebih lanjut, pria peraih Piala Citra untuk Aktor Terbaik 2005 lewat film "Gie" itu juga menyarankan agar membatasi interaksi dengan orang di luar anggota keluarga saat berwisata di kala pandemi. Misalnya dengan roadtrip menggunakan kendaraan pribadi atau menyewa vila atau rumah yang lebih menjamin privasi.

"Hal-hal itu bisa jadi pilihan, tapi menurut saya prioritas sehat dulu deh baru travelling lagi, kita semua kan ingin kurva pandemi landai."

Tak dipungkiri, saat pandemi COVID-19 terjadi pergeseran makna liburan di masyarakat. Masyarakat tak lagi memandang liburan sebagai ajang sosialisasi namun lebih kepada penyegaran dari rasa jenuh demi kesehatan mental.

"Ada shifting keinginan berlibur misal di tahun-tahun sebelumnya adalah melihat pertunjukan, aktivitas kumpul banyak orang itu mungkin daya tarik ketika liburan tapi sekarang orang liburan pengin refreshing, membiarkan diri bergerak, tentu banyak yang berubah," kata kata pria 36 tahun itu.

Reporter : Widita Fembrian
Editor : Widita Fembrian