Netral English Netral Mandarin
23:47wib
Putri salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates yakni Jennifer Gates, sudah resmi menikah dengan pacarnya. Ia menikah dengan pria muslim dari Mesir bernama Nayel Nassar. Tim bulu tangkis putri China menjadi juara Piala Uber 2020 setelah mengalahkan Jepang pada final yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021) dini hari WIB.
NIK Presiden Jokowi Bocor, Pakar: RUU PDP Perlu Segera Diselesaikan

Senin, 06-September-2021 15:00

Pakar Hukum Suparji Ahmad
Foto : Istimewa
Pakar Hukum Suparji Ahmad
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pakar Hukum Suparji Ahmad mengomentari dugaan kebocoran sertifikat vaksin Covid-19 dan nomor induk kependudukan (NIK) Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingg tersebar di media sosial.

"Data pribadi seorang presiden seharusnya terlindungi dan tak bisa diakses sembarang orang. Maka kita patut mempertanyakan mengapa data sekelas kepala negara bisa didapat dengan mudah," kata Suparji dalam keterangan persnya, Senin (5/9/2021).

Suparji menambahkan, saat ini masyarakat sangat merasakan dampak dari kebocoran data pribadi. Yang paling sering terjadi adalah kiriman SMS atau telpon dari orang tak dikenal. Bahkan, melalui SMS atau telpon seseorang bisa terkena penipuan.

Atas hal itu, Suparji menilai bahwa Rancangan Undang-undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) perlu diselesaikan. "Kebocoran ini menunjukkan bahwa RUU PDP perlu segera diselesaikan," ungkapnya.

Suparji berharap, RUU PDP dapat menjamin keamanan data pribadi masyarakat. Dari mulai NIK hingga nomor telepon bahkan email. Sebab, data-data tersebut sangat rawan disalahgunakan.

"Bila perlu diberikan sanksi yang berat seperti pidana denda dan pidana penjara terhadap pihak yang menyalahgunakan data pribadi orang lain untuk mencari keuntungan. Karena jelas itu merugikan pemilik data," terangnya.

Selain itu, ia juga berharap kepada masyarakat agar lebih cermat dan tidak mudah menyebarkan data pribadi. Baik kepada orang lain secara langsung atau upload ke internet.

"Masyarakat sebaiknya lebih hati-hati dalam persoalan data pribadi. Meski hanya NIK, email atau nomor telepon, jangan sampai dianggap remeh lalu dengan mudah menyebarkannya," terangnya.

Suparji juga menekankan, kebocoran data pribadi menjadi tantangan tersendiri bagi penegak hukum. Menurutnya, pihak kepolisian juga harus bertindak cepat dan tegas bila mendapati laporan tentang kebocoran data pribadi.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli