3
Netral English Netral Mandarin
20:07 wib
Partai Demokrat memecat sejumlah kader yang dianggap terlibat dan mendukung gerakan pengambilalihan kepemimpinan partai atau kudeta. Pertumbuhan jumlah orang kaya raya atau crazy rich di Indonesia diproyeksi bakal melampaui China seiring dengan proses distribusi vaksin Covid-19 dilakukan.
Nikmati Karya Foto Sambil “Ngopi di Halaman”

Kamis, 28-January-2021 21:00

Logo Ngopi di Halaman
Foto : Netralnews Visual
Logo Ngopi di Halaman
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Setelah lelah bekerja seharian dan penat dengan berbagai macam rutinitas di kantor, tidak ada salahnya Anda mampir ke salah satu kedai kopi bernama “Ngopi di Halaman”. Kedai kopi satu ini berada di Pulo Kamboja 26A, Kemandoran I, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan yang lokasinya dijamin mudah diakses.

Seperti namanya, apabila ngopi di kedai ini, Anda merasa bagai sedang ngopi di halaman rumah sendiri. Bagaimana tidak, Anda akan disambut dengan pepohonan dan tanaman hijau di halaman kedai, memasuki kedai Anda juga akan disambut dengan suasana bagai ada di ruang tamu rumah.

Eits, tapi ada sensasi yang berbeda yang ditawarkan oleh kedai satu ini. Pasalnya di kedai ini Anda akan dipertontonkan berbagai foto hasil jepretan para pewarta foto. Mereka yang fotonya dipajang di kedai ini, tergabung dalam Pewarta Foto Indonesia atau PFI. Tidak hanya itu, Anda juga akan disajikan berbagai buku terkait fotografi dan buku−buku bacaan yang setia menemani waktu Anda saat ngopi.

Adalah Jurnalis Foto Eko S Hilman, sosok di balik dibukanya Kedai Ngopi di Halaman. Tidak heran apabila suasana kedai dihiasi hasil jepretan rekan−rekannya sesama jurnalis. Anda juga jangan kaget apabila akan bertemu jurnalis−jurnalis dari berbagai media nasional, apabila berkunjung ke tempat ini. Tapi bagi masyarakat umum, Anda tidak perlu khawatir karena Kedai Ngopi di Halaman terbuka untuk kalangan umum.

“Semua kalangan masuk. Jelang sore yang ngopi kalangan milenial, kemudian disusul kalangan kolonial (alias kalangan dewasa) dan ada juga kelompok emak−emak,” ujar Eko pada Netralnews sambil tertawa, baru−baru ini.

Eko jelaskan bahwa berbagai minuman yang ditawarkan oleh Ngopi dihalaman ada dua kategori yakni kopi dan non kopi. Kopi yang ditawarkan diakui memang belum dari seluruh nusantara, tetapi ada sekitar 8−10 kopi nusantara arabica dan robusta yang diolah manual brew di kedainya. Ada pula minuman non kopi seperti cokelat, red velvet, green tea dan lainnya.

“Tapi ada juga yang tidak suka kopi dan minuman non kopi tadi, jadi kita juga sediakan minuman jahe. Sampai saat ini yang paling favorit adalah Kopi Susu Halaman atau disingkat Kopsus Halaman. Itu adalah kopi susu dengan gula aren,” jelas Eko yang sudah berkecimpung di dunia fotografi sejak tahun 1993 ini.

Ke depan, dia juga akan membuat varian minuman kopi dan non kopi yang ditargetkan untuk kalangan pelajar. Ngopi di Halaman klaim akan persiapkan minuman dengan rasa dan harga yang masuk ke kantong kalangan anak−anak sekolah, yang kerap bermain sepeda listrik dan melirik kedai.

Awal Mula Kedai Ngopi di Halaman

Diakui Mas Eko, gagasan dibukanya Kedai Ngopi di Halaman ini juga turut melibatkan dua rekannya sesama jurnalis. Mereka Wawan Tunggul Alam dan Rudi Kuswanto. Tentu, ketiganya adalah penikmat kopi dan memiliki keresahan akan industri media yang turut terdampak Pandemi Covid−19.

Eko akui ada rekannya yang bekerja di industri media harus mengalami pemotongan gaji, pemutusan kerja, bahkan media tempat mencari nafkah harus tutup. Tetapi Eko menyadari, dia tidak bisa tinggal diam dan berinisiatif membuat kedai kopi yang memiliki galeri foto dan berbasis komunitas.

Dimulai pada September 2020, dia dan rekannya mulai mencari lokasi dan melengkapi furniture dasar seperti meja dan kursi. Pada 21 Desember 2020 akhirnya Kedai Ngopi di Halaman dibuka dan mulai banyak berdatangan rekan−rekan sesama jurnalis, berbagai komunitas, hingga masyarakat umum yang sudah datang menikmati kopi.

Harapan Eko selepas Pandemi Covid−19, Kedai Ngopi di Halaman bisa menjadi wadah diskusi, talkshow, tempat ngobrol yang menghadirkan tamu berlatar belakang berbeda. Misalnya saja fotografer di dunia olahraga, fotografer model, kuliner dan lainnya.

“Bisa juga diadakan bentuk diskusi, lauching buku pameran terbatas yang berbasis komunitas foto dan komunitas lain. Apalagi sekarang foto bukanlah suatu yang istimewa karena sudah menjadi life style dan hobi,” tutup dia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Widita Fembrian