Netral English Netral Mandarin
03:26wib
Lebih dari 4.300 orang telah meninggal dunia akibat "jamur hitam" di India yang umumnya menyerang pasien-pasien Covid-19. Gojek, Grab, dan ShopeeFood membantah terlibat dalam seruan aksi demo nasinonal Jokowi End Game yang berlangsung hari ini.
Nilai Penanganan Covid-19 tidak Efektif, TG: Jelas Sia-Sia, Hanya Agar Kelihatan Ada Penanganannya Saja

Rabu, 30-Juni-2021 09:00

Mantan Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi
Foto : Twitter
Mantan Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Teddy Gusnaidi (TG) mengkritik penangan virus Corona.

Melalui cuitan di akun Twitternya Teddy menegaskan, saat ini covid-19 semakin menggila dengan munculnya virus baru yang lebih menyeramkan dari sebelumnya namun sayangnya proses penangannya masih menggunakan cara-cara lama yang dinilai tidak efektif.

"Covid semakin menggila, virusnya lebih menyeramkan dari sblmnya. Proses terinfeksinya juga semakin cepat dan mudah. Sayangnya, pola penanganan virus sblmnya masih digunakan untuk virus terbaru ini," tulis Teddy.

Lebih lanjut Teddy mengatakan, penanganan yang dilakukan saat ini dengan tetap menggunakan cara lama terhadap jenis virus baru jelas akan sia-sia.

Dia pun menilai penangan yang dilakukan agar kelihatan ada penangan saja.

"Jelas sia2, hanya agar kelihatan ada penanganannya saja," ujarnya

Teddy pun memberikan usulan untuk 'Tidurkan Indonesia' selama 12 jam dan bangunkan Indonesia dengan protokol ketat selama 12 jam selanjutnya.

"Di mana efek dari tidurkan Indonesia bisa menguatkan imun. Dan ketika membangunkan Indonesia, tubuh dalam keadaan fit dan bersih. @aniesbaswedan @ganjarpranowo," katanya.

Jadi, jika semua teratur dengan jam yang telah ditentukan maka menurutnya semua rakyat akan dalam keadaan fit dan bersih lalu berangkat kerja.

"Protokol kesehatan dari berangkat kerja sampai dalam aktivitas diterapkan. Jadi sudah dalam keadaan fit, bersih, lalu protokol kesehatan diterapkan, maka kemungkinan terinfeksi sangat kecil," ujarnya.

Kemudian, kata dia, di jam 15:00 - 17:30, adalah jarak waktu untuk para pekerja pulang ke rumah. Dimana jam 17:30 harus sudah sampai rumah.

"Setengah jam sebelum jam 18:00 adalah persiapan bagi aparat untuk tidurkan Indonesia yang dimulai jam 18:00. Jadi aktivitas dan kebutuhan mencari nafkah tetap bisa dilakukan," katanya.

 

Reporter : Sesmawati
Editor : Sulha Handayani