Netral English Netral Mandarin
10:29 wib
Uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Kapolri akan digelar pada Rabu (20/1/2021). Polda Metro Jaya menjadwalkan pada Rabu (20/1/2021) gelar perkara terkait kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dalam acara ulang tahun Ricardo Gelael yang dihadiri Raffi Ahmad.
Nilai Penindakan Kasus Korupsi Tebang Pilih, Elit Demokrat: Awal Robohnya Keadilan

Selasa, 12-January-2021 16:40

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K Harman
Foto : Fajar
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K Harman
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K Harman menyoroti karut-marut penegakkan hukum di Indonesia saat ini.

"Hukum kini tumpul ke atas dan hanya tajam ke bawah," tulis Benny di akun Twitter-nya, @BennyHarmanID, Senin (11/1/2021).

Sebagai contoh, Benny menyinggung soal penindakan kasus korupsi. Menurutnya, jika yang terlibat kasus korupsi dari partai penguasa, maka tidak tersentuh oleh hukum.



Sebaliknya, lanjut Benny, hukum begitu tajam bagai sembilu manakala yang terseret kasus korupsi adalah pihak yang bersebrangan dengan penguasa.

Benny menyebut, penegakkan hukum yang tebang pilih itu merupakan awal dari robohnya keadilan.

"Contoh? Kalau yang terlibat korupsi berasal dari partai penguasa pasti aman.Tak bisa disentuh tangan hukum.Tapi kalau yang berseberangan dengan penguasa, hukum sontak jadi tajam bagai sembilu," kata @BennyHarmanID.

"Itulah awal dari robohnya keadilan. Liberte!," tegas Anggota Komisi III DPR itu.

Pada cuitan lainnya, Benny mengingatkan bahwa kehebatan dan kekuatan sebesar apapun yang memproteksi sang diktator, dia tidak pernah bisa bertahan.

"Jangan pernah lupa dengan sejarah, mungkin sejarah bangsa kita sendiri.Kehebatan dan kekuatan sebesar apapun yang memproteksi sang diktator termasuk militer dan para cukong sekalipun, dia tidak pernah bisa bertahan. No room and it is time for the strong leader to go. Rakyat Monitor!" ungkap Benny. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati