Netral English Netral Mandarin
21:44wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Nilai Tukar Rupiah Akhir Pekan Melemah, Ini Penyebabnya

Jumat, 06-Agustus-2021 17:52

Ilustrasi Rupiah
Foto : Istimewa
Ilustrasi Rupiah
25

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat (6/8/2021) sore, melemah dibayangi sinyal pengurangan stimulus atau tapering oleh bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve (The Fed). 

Rupiah ditutup terkoreksi 10 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp14.353 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.343 per dolar AS. 

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra di Jakarta, Jumat (6/8/2021) mengatakan isu tapering oleh The Fed masih menjadi ganjalan utama untuk penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. 

"Sebagaimana pengalaman beberapa tahun lalu, tapering mendorong penguatan dolar AS dan menekan rupiah cukup dalam," ujar Ariston. 

Wakil Gubernur The Fed Richard Clarida sebelumnya mengatakan bank sentral berada di jalur untuk memulai kenaikan suku bunga pada 2023 dengan kemungkinan pengumuman bertahap akhir tahun ini. 

Ia memberikan sinyal pengurangan pembelian obligasi pada akhir tahun ini atau awal tahun depan tergantung pada bagaimana data tenaga kerja Negeri Paman Sam dalam beberapa bulan ke depan.

Dari domestik, pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 yang positif 7,07 persen memang menjadi sentimen positif di pasar namun tidak cukup untuk menopang penguatan rupiah. 

"Mengenai PDB kuartal dua, tentu ini merupakan faktor positif tapi pasar juga mungkin sudah berekspektasi pertumbuhan kuartal ke-3 akan buruk karena pembatasan PPKM," kata Ariston.

Selain itu, lanjut Ariston, kenaikan jumlah kasus baru COVID-19 di dunia dan juga di Indonesia yang masih terjadi hingga saat ini karena varian delta, masih menjadi kekhawatiran pasar. 

Jumlah kasus harian COVID-19 di tanah air pada Kamis (5/8) kemarin mencapai 35.764 kasus baru sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 3,56 juta kasus. 

Sementara jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 masih tinggi yaitu bertambah 1.739 kasus sehingga totalnya mencapai 102.375 kasus. Meski demikian, sebanyak 2,94 juta orang telah dinyatakan sembuh sehingga total kasus aktif COVID-19 sehingga total kasus aktif mencapai 518.310 kasus.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.363 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.353 per dolar AS hingga Rp14.375 per dolar AS. 

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat melemah ke posisi Rp14.369 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.342 per dolar AS.

Reporter : Antara
Editor : Sesmawati