Netral English Netral Mandarin
15:32 wib
Sejumlah ahli mengkritik penerapan alat deteksi Covid-19 GeNose karena masih tahap ekperimental. Belum bisa dipakai dalam pelayanan publik khususnya screening Covid-19. Polri menegaskan akan menindaklanjuti kasus rasisme yang dialami mantan komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai. Diketahui, Pigai menjadi korban rasis yang dilakukan Ambroncius Nababan.
Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Melemah, Ini Pemicunya

Rabu, 16-December-2020 11:00

Ilustrasi Rupiah
Foto : Istimewa
Ilustrasi Rupiah
10

 JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (16/12/2020) berpotensi melemah dipicu kebijakan pengetatan aktivitas ekonomi domestik.


Pada pukul 9.31 WIB, rupiah masih stagnan di posisi Rp14.120 per dolar AS, sama dengan posisi penutupan hari sebelumnya.

"Hari ini, rupiah bisa melemah terhadap dolar AS karena mendapatkan sentimen negatif dari kebijakan pengetatan aktivitas ekonomi," kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Rabu.

Pengetatan kegiatan ekonomi dilakukan karena kekhawatiran peningkatan kasus COVID-19 di Tanah Air yang memang sekarang terus meninggi.

Menurut Ariston, pengetatan aktivitas berpotensi melambatkan pemulihan ekonomi. Sementara persetujuan vaksin masih awal tahun depan.

"Tapi di sisi lain, isu vaksin dan stimulus AS bisa memberikan sentimen positif untuk aset berisiko dan rupiah," ujar Ariston.

Ariston memperkirakan hari ini rupiah bergerak di kisaran Rp14.080 per dolar AS hingga Rp14.150 per dolar AS.

Pada Selasa (15/12/2020) lalu, rupiah ditutup melemah 25 poin atau 0,18 persen ke posisi Rp14.120 per dolar AS dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp14.095 per dolar AS.

 



Reporter : Nazaruli
Editor : Nazaruli