Netral English Netral Mandarin
00:05wib
BMKG menyatakan gempa yang terus berlangsung di wilayah Ambarawa Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga merupakan jenis gempa swarm dan perlu diwaspadai. Sejumlah calon penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, mengeluhkan soal aplikasi PeduliLindungi serta harga tes PCR yang dinilai mahal.
Nilai Tukar Rupiah Jumat Pagi Melemah, Ini Pemicunya

Jumat, 20-Agustus-2021 10:18

Ilustrasi Rupiah
Foto : Istimewa
Ilustrasi Rupiah
17

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat (20/8/2021) pagi bergerak melemah yang masih dipicu sentimen pengurangan stimulus atau tapering oleh bank sentral Amerika Serikat The Fed.

Rupiah dibuka melemah 62 poin atau 0,43 persen ke posisi Rp14.465 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.403 per dolar AS.

"Tekanan terhadap rupiah mungkin belum hilang hari ini. Sentimen tapering masih bisa mendorong pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS," kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Jumat (20/8/2021).Semalam, data klaim tunjangan pengangguran mingguan AS membaik dalam artian jumlah klaim menurun dibandingkan pekan sebelumnya.

Data klaim tunjangan pengangguran pada pekan yang berakhir 14 Agustus 2021 lalu turun empat periode berturut-turut sebesar 348 ribu orang dari 377 ribu orang, lebih rendah juga dari perkiraan konsensus sebesar 363 ribu.

Menurut Ariston, data tersebut menunjukkan kemajuan kondisi tenaga kerja AS dan bisa menopang kebijakan tapering. 

"Di samping itu, kekhawatiran soal kenaikan kasus COVID-19 juga belum mereda dan ini membantu memberikan tekanan ke rupiah karena pelaku pasar menghindari aset berisiko," ujar Ariston.Dari dalam negeri, jumlah kasus harian COVID-19 terus menurun di mana pada Kamis (19/8/2021) mencapai 22.053 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 3,93 juta kasus.

Jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 mencapai 1.492 kasus sehingga totalnya mencapai 122.633 kasus.

Sementara itu, jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 29.012 kasus sehingga total pasien sembuh mencapai 3,47 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif COVID-19 mencapai 334.752 kasus. 

Ariston mengatakan rupiah hari ini akan bergerak melemah ke kisaran Rp14.420 per dolar AS dengan support di kisaran Rp14.380 per dolar AS.

Pada Kamis (19/8/2021) kemarin, rupiah ditutup melemah 30 poin atau 0,21 persen ke posisi Rp14.403 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.373 per dolar AS.

Reporter : Antara
Editor : Nazaruli