Netral English Netral Mandarin
15:06wib
Komut PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama mengungkap selain menghapus fasilitas kartu kredit bagi direksi, komisaris, dan manajer, juga menghapus fasilitas uang representatif. Terdakwa kasus tes usap palsu RS Ummi Bogor, Rizieq Shihab, akan membacakan duplik pagi ini di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.
Nilai Tukar Rupiah Rabu Sore Ditutup Melemah, Ini Penyebabnya

Rabu, 05-Mei-2021 17:44

Ilustrasi Rupiah dan Dolar AS
Foto : Istimewa
Ilustrasi Rupiah dan Dolar AS
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (5/5/2021) sore, ditutup melemah tipis di tengah beragamnya mata uang regional Asia. 

Rupiah ditutup melemah 5 poin atau 0,03 persen ke posisi Rp14.435 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.430 per dolar AS. 

"Dolar mencoba untuk memperpanjang reli pada hari Rabu karena obrolan tentang kemungkinan suku bunga AS yang lebih tinggi dan aksi jual saham teknologi memperburuk sentimen risiko untuk keuntungan mata uang safe-haven," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Rabu (5/5/2021). 

Lonjakan tersebut sebagian dipicu oleh komentar dari Menteri Keuangan AS Janet Yellen yang mengatakan bahwa kenaikan suku bunga mungkin diperlukan untuk menghentikan ekonomi yang terlalu panas karena rencana pengeluaran Presiden AS Joe Biden. 

Yellen kemudian mengklarifikasi pada hari itu bahwa dia tidak melihat tanda-tanda inflasi dan tidak memprediksi pergerakan suku bunga The Federal Reserve. 

Investor tengah menunggu data ekonomi mendatang lainnya dari AS, termasuk Institute of Supply Management (ISM) Non-Manufacturing Purchasing Managers Index (PMI) dan Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP. 

Indeks dolar yang mengukur kekuatan dolar terhadap mata uang lainnya saat ini berada di posisi 91,363, naik dibandingkan posisi penutupan sebelumnya 91,288. 

Sedangkan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun kini berada di level 1,603 persen, naik dibandingkan posisi penutupan sebelumnya 1,592 persen. 

Dari domestik, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia pada triwulan I-2021 masih tumbuh negatif atau mengalami kontraksi 0,74 sebesar persen (yoy). 

Pertumbuhan tersebut mulai memperlihatkan adanya perbaikan karena adanya tren yang menanjak sejak ekonomi triwulan II-2020 terkontraksi 5,32 persen. 

Meski terkontraksi, tanda-tanda pemulihan ekonomi sudah terlihat pada triwulan I-2021 seperti membaiknya Indeks Penjualan Ritel, Indeks Keyakinan Konsumen maupun PMI Manufaktur. 

Kemudian, penjualan mobil, konsumsi listrik dan produksi semen yang meningkat juga memberikan adanya sinyal positif pemulihan ekonomi Indonesia. 

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.440 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.427 per dolar AS hingga Rp14.443 per dolar AS. 

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Rabu melemah menjadi Rp14.439 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.431 per dolar AS.

Reporter : Antara
Editor : Nazaruli