Netral English Netral Mandarin
16:37wib
Sebanyak 11 siswa MTs Harapan Baru Cijantung, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, meninggal saat kegiatan pramuka susur sungai di Sungai Cileueur. Presiden Joko Widodo alias Jokowi meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan moratorium penerbitan izin usaha baru untuk pinjaman online.
Nonton World Superbike, Jangan Lewatkan ke Destinasi Wisata Mandalika

Senin, 30-Agustus-2021 20:00

MotoGP Siap Bangkitkan Pariwisata Mandalika
Foto : Kemenparekraf
MotoGP Siap Bangkitkan Pariwisata Mandalika
25

MANDALIKA, NETRALNEWS.COM  - Perhetalan World Superbike bakal berlangsung di Mandalika pada November mendatang. Berbagai kesiapan sudah dilaksanakan termasuk pengelola destinasi wisatanya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menyampaikan bahwa reaktivasi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, melalui konsep travel corridor arrangement (TCA) terus dipersiapkan.

Selain Bali, Batam, dan Bintan yang menjadi pilot project dalam penerapan TCA. Ajang ‘Wold Superbike’ yang rencananya digelar di Mandalika pada 12 – 14 November 2021 ini juga diproyeksikan akan menjadi uji coba dalam penerapan TCA, karena event tersebut mampu mendatangkan wisatawan dari berbagai negara.

Perhelatan ‘World Superbike’ ini dikatakan Menparekraf Sandiaga dapat terselenggara, jika prakondisi-prakondisi COVID-19 dapat terpenuhi, seperti situasi pandemi terkendali, akselerasi program vaksinasi termasuk bagi pekerja parekraf dan keluarganya di Nusa Tenggara Barat (NTB) khususnya di Lombok Tengah, ketersediaan rumah sakit tercukupi, sertifikasi CHSE end-to-end terpenuhi, hingga kesiapan industri.

“Kita sudah mendapatkan go ahead sign dari ratas dengan Presiden mengenai World Superbike. Jadi, selain uji coba di Bali, Batam, dan Bintan, kita juga sedang menyiapkan World Superbike yang nantinya akan mendatangkan wisatawan mancanegara. Ini kita persiapkan secara totalitas baik dari sisi industri maupun regulasinya. Jika prakondisinya bisa terpenuhi, ini akan menjadi salah satu ajang yang kita uji cobakan,” kata Menparekraf dalam Forum Brainstorming Kepala Perwakilan RI se-Asia Tenggara, secara daring, Jumat (27/8/2021).

Tidak hanya penyiapan prakondisi COVID-19 saja, Menparekraf juga mendorong agar para pelaku parekraf di Mandalika dan destinasi super prioritas lainnya dapat menyiapkan secara 360 derajat ciri khas kearifan lokal yang terdapat daerahnya masing-masing.

“Pariwisata kedepan sangat bersanding dengan ekonomi kreatif, dimana lima indera kita harus tersentuh, bagaimana the vibration, the taste, the feel, the side, the sound, the smell, itu harus kita hadirkan,” ujarnya.

Di samping itu, Menparekraf juga tetap optimistis dan bersemangat bahwa sektor parekraf akan bangkit dan pulih kembali, walaupun secara global kondisi sektor parekraf sangat terpuruk akibat pandemi. Terlihat dari data yang dihimpun oleh World Travel & Tourism Council sekitar 174 juta pekerja di sektor ini kehilangan pekerjaan sepanjang tahun 2020.

Oleh karenanya, Menparekraf menyiapkan lima langkah strategis untuk mendorong pemulihan ekonomi kreatif dan pariwisata. Pertama, peningkatan kapasitas SDM yang berbasis pada kualitas dan berkelanjutan lingkungan. Kedua, revitalisasi destinasi dan infrastruktur ekraf. Ketiga, peningkatan resiliensi dan daya saing usaha, melalui pemberian insentif, akses permodalan, sertifikasi usaha, dan CHSE.

Keempat, inovasi produk dan jasa yang lebih berkualitas dan berkearifan lokal. Dan kelima, pemulihan dan perluasan pasar, melalui program BeliKreatifLokal, Bangga berwisata #DiIndonesiaAja, serta pemasaran produk ekraf.

Langkah konkrit ini tidak akan berjalan dengan maksimal apabila tidak didukung dengan adanya inovasi, adaptasi, dan kolaborasi dari berbagai pihak. Untuk itu, peran aktif stakeholder dalam kebangkitan sektor parekraf sangat diperlukan, sehingga ekonomi dapat segera pulih dan terbukanya lapangan pekerjaan.

Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenpareraf/Baparekraf, Kurleni Ukar menambahkan saat ini Kemenparekraf masih terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait dalam penerapan travel corridor arrangement, terutama dengan Satgas COVID-19, mengingat situasi pandemi yang sangat dinamis. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Kementerian Luar Negeri untuk menentukkan negara mana saja yang low risk, sehingga nantinya bisa masuk ke Indonesia. Selain itu, penyiapan aturan dan kebijakan juga disiapkan berdasarkan traveler journey, yakni sebelum keberangkatan, selama berwisata, hingga kembali ke negara asal.

“Kita juga akan melakukan uji coba mulai dari charter fligh beberapa negara. Semua fasilitas kesehatan dan asuransi juga akan kami siapkan,” ujarnya.

Ia mengatakan, akselerasi vaksinasi tidak hanya untuk masyarakat, namun juga pekerja parekraf dan keluarganya.

 

Reporter : Sulha Handayani
Editor : Wahyu Praditya P