Netral English Netral Mandarin
11:33 wib
Uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Kapolri akan digelar pada Rabu (20/1/2021). Polda Metro Jaya menjadwalkan pada Rabu (20/1/2021) gelar perkara terkait kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dalam acara ulang tahun Ricardo Gelael yang dihadiri Raffi Ahmad.
Novel: Ayah Laskar FPI Bersyukur Jadi Orang Pilihan Allah yang Anaknya Mati Syahid

Rabu, 09-December-2020 07:40

Novel Bamukmin dan Aqse Syuhada, ayah laskar FPI.
Foto : Istimewa
Novel Bamukmin dan Aqse Syuhada, ayah laskar FPI.
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin menceritakan kondisi orang tua dari Faiz Ahmad Syukur, salah satu laskar FPI yang tewas ditembak mati polisi pada Senin (7/12/2020). 

"Aqse Syuhada (ayah almarhum Faiz) yang memang masih saudara saya dan luar biasa, beliau sangat tegar," kata Novel kepada netralnews.com, Rabu (9/12/2020). 

Menurut Novel, Syuhada bersyukur karena anaknya mati syahid. Bahkan, lanjut Novel, Syuhada mengaku siap jika dua putranya yang lain mengikuti jejak Faiz menjadi syuhada (orang-orang yang mati syahid). 



"Bapaknya Faiz juga bersyukur menjadi orang pilihan yang dipilih Allah anaknya mati syahid. Dan beliau juga masih punya anak laki 2 siap dipanggil menjadi syuhada," ujar Novel. 

Selain itu, Novel juga mengungkapkan bahwa ibunda Faiz telah mendapat firasat soal kematian sang putra lewat mimpi. "Ibunya Faiz sudah bermimipi sebelum 3 hari kejadian bahwa Faiz pergi bersama IB (Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab)," ucap Novel. 

Sebelumnya diberitakan, enam laskar FPI yang mengawal Habib Rizieq Shihab, tewas ditembak polisi pada Senin (7/12/2020) dini hari. Mereka adalah Andi Oktiawan, Ahmad Sofiyan, Faiz Ahmad Syukur, Muhammad Reza, Lutfi Hakim dan Muhammad Suci Khadavi. 

Menurut polisi, laskar FPI ditembak karena menyerang aparat dengan senjata api dan senjata tajam di Tol Jakarta-Cikampek Km 50. Sementara berdasarkan keterangan FPI, keenam laskar itu dibawa ke suatu tempat dan dibantai. FPI menyebut laskarnya tidak dibekali senjata api. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani