Netral English Netral Mandarin
17:23wib
Ebrahim Raisi dinyatakan sebagai presiden terpilih Iran setelah penghitungan suara pada Sabtu (19/6/2021). Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito terkonfirmasi positif Covid-19 menyusul aktivitasnya yang padat dalam dua pekan terakhir ini.
Novel Baswedan Cs Dinonaktifkan dari KPK, Denny Siregar Gembira, Ini Alasannya

Selasa, 11-Mei-2021 20:45

Denny Siregar dan Novel Baswedan
Foto : Istimewa
Denny Siregar dan Novel Baswedan
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kabar penonaktifan 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), termasuk Novel Baswedan, disambut gembira oleh pegiat media sosial Denny Siregar.

Denny menyebut, mereka gembira atas penonaktifan Novel Baswedan cs bukan karena membela koruptor.

"Kami gembira ketika Novel Baswedan dan kawan-kawannya di nonaktifkan dari @KPK_RI bukan karena kami pembela koruptor," tulis Denny di akun Twitternya, @Dennysiregar7, Selasa (11/5/2021).

Lantas, apa yang membuat Denny Siregar dan rekan-rekannya gembira mendengar Novel Baswedan cs dinonaktifkan?

"Catat. Kami gembira karena inilah saatnya @KPK_RI bisa aktif pelototi pesta pora di @DKIJakarta..," kata Denny Siregar.

Sebelumnya diberitakan, KPK menonaktifkan Novel Baswedan dan 74 pegawai KPK lainnya setelah dinyatakan tidak tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) yang menjadi syarat alih status pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Penonaktifan 75 pegawai KPK itu termaktub dalam Surat Keputusan Pimpinan KPK Nomor 652 Tahun 2021, yang diteken Ketua KPK Firli Bahuri tertanggal 7 Mei 2021, sementara untuk salinan yang sah, ditandatangani oleh Plh Kabiro SDM Yonathan Demme Tangdilintin.

Dalam SK tersebut, ada empat poin keputusan KPK terkait penonaktifan 75 pegawainya yang tidak lolos TWK itu.

Poin pertama, menetapkan nama-nama pegawai yang tersebut dalam lampiran surat keputusan ini tidak memenuhi syarat (TMS) dalam rangka pengalihan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi menjadi pegawai Aparatur Sipil Negara.

Kedua, memerintahkan pegawai sebagaimana dimaksud pada diktum kesatu agar menyerahkan tugas dan tanggung jawab kepada atasan langsung sambil menunggu keputusan lebih lanjut.

Ketiga, menetapkan lampiran dalam keputusan ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keputusan ini.

Keempat, keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini, akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P