Netral English Netral Mandarin
01:34wib
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan tak mencari Perang Dingin baru dengan China. Sejumlah jaringan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di berbagai daerah menyoroti kasus-kasus dugaan kriminalisasi petani jelang Hari Tani Nasional.
Novel cs Cari Dukungan ke PGI, Denny Siregar: Gak Sekalian Sambangi Sunda Empire?

Sabtu, 29-Mei-2021 21:30

Pegiat Media Sosial Denny Siregar (DS).
Foto : Istimewa
Pegiat Media Sosial Denny Siregar (DS).
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Penyidik KPK Novel Baswedan bersama sejumlah pegawai KPK yang tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) menemui Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Gomar Gultom di Kantor PGI, Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (28/5/2021) kemarin.

Novel cs menemui Ketum PGI untuk menyampaikan soal polemik TWK yang dianggap sebagai upaya pelemahan lembaga antirasuah hingga membantah tuduhan radikal terhadap para pegawai KPK yang tidak lulus TWK.

Langkah Novel Baswedan mencari dukungan dari PGI itu mendapat sindiran dari pegiat media sosial Denny Siregar.

"Haha si Nopel cs cari dukungan ke PGI. Gak sekalian sambangi Sunda empire, pel ??" tulis Denny di akun Twitternya, Sabtu (29/5/2021).

Sebelumnya, dalam pertemuan dengan Ketum PGI, Novel Baswedan membantah  isu label radikal yang diberikan kepada dirinya, dan pegawai lain yang tak lolos uji tes wawasan kebangsaan.

"Bagaimana kita mau berbangsa bila yang selama ini bekerja profesional tiba-tiba dilabeli radikal dan menjadi musuh negara?" kata Novel di gedung PGI.

Novel berpendapat bahwa TWK merupakan alat untuk menyingkirkan pihak-pihak tertentu dari KPK. Dalam hal ini ia menyebut kalau 75 pegawai yang tak lulus TWK memang sudah ditarget.

"TWK bukanlah tools untuk melihat seseorang lulus atau tidak menjadi ASN dalam alih status ini. Ada upaya yang sudah ditarget, ada fakta dan bukti untuk ini sehingga TWK hanyalah justifikasi untuk target tertentu," kata Novel.

Lebih lanjut, Novel menilai penyingkiran sejumlah pegawai KPK melalui TWK merupakan rangkaian dari upaya melemahkan KPK.

"Bahwa ini bukan sekedar kepentingan dari kami yang sedang diupayakan untuk keluar dari KPK tapi saya khawatir ini adalah rangkaian dari upaya pelemahan KPK," ungkapannya.

Menyikapi hal itu, Ketua Umum PGI Gomar Gultom mengaku prihatin dengan upaya-upaya pelemahan KPK yang terjadi belakangan ini. Terlebih, pegawai yang dipinggirkan saat ini banyak yang sedang menangani kasus-kasus korupsi yang sangat signifikan. 

Menurutnya, pelemahan KPK terlihat memuncak dengan pelabelan intoleran dan radikalisme atas 75 pegawai KPK yang tak lolos TWK. Gomar turut khawatir ke depannya pegawai KPK akan berpikir ulang untuk melaksanakan tugasnya dengan profesional dan sesuai kode etik.

"Kita sangat prihatin dengan upaya-upaya pelemahan KPK yang terjadi selama ini, terutama yang memuncak dengan pelabelan intoleran dan radikalisme atas 75 pegawai KPK melalui mekanisme tes wawasan kebangsaan belakangan ini," kata Gomar Gultom.

Atas dasar itu, Gomar mengaku pihaknya akan menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar turun tangan untuk menghentikan pelemahan KPK, khususnya terkait dengan 75 orang pegawai KPK yang tidak lulus TWK.

Seperti diberitakan, 75 pegawai KPK termasuk Novel Baswedan dinyatakan tidak lulus TWK untuk alih status menjadi ASN yang diselenggarakan oleh KPK dan Badan Kepegawaian Negara.

Dari 75 itu, KPK menyatakan 51 orang akan dipecat karena dianggap tidak bisa dibina lagi. Sementara, 24 orang lainnya dinyatakan masih bisa beralih status menjadi ASN dengan syarat kembali mengikuti pelatihan wawasan kebangsaan dan bela negara.  

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli