Netral English Netral Mandarin
15:56wib
Ebrahim Raisi dinyatakan sebagai presiden terpilih Iran setelah penghitungan suara pada Sabtu (19/6/2021). Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito terkonfirmasi positif Covid-19 menyusul aktivitasnya yang padat dalam dua pekan terakhir ini.
Novel Cs Dinonaktifkan, Faisal: Lawan! Jika Kita Diam, Rezim Ini Akan Kian Semena-mena

Rabu, 12-Mei-2021 10:17

Ekonom Faisal Basri
Foto : Istimewa
Ekonom Faisal Basri
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ekonom Faisal Basri berpendapat, rezim saat ini secara moral sudah bangkrut dan amanat reformasi pun sudah kandas.

Hal itu disampaikan Faisal mengomentari keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menonaktifkan Novel Baswedan dan 74 pegawai KPK lainnya lantaran tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK).

"Rezim ini secara moral sudah bangkrut. Amanat reformasi sudah kandas," tulis Faisal di akun Twitternya, Selasa (11/5/2021).

Menurutnya, jika semua diam melihat kondisi saat ini, maka rezim akan kian semena-mena. Karena itu, Faisal menyerukan untuk lawan.

"Hanya ada satu kata: LAWAN!!! Jika kita semua, rakyat biasa, diam saja, rezim ini akan kian semena-mena," cuit @FaisalBasri.

"Ayo kita mulai dari sekarang melawan korupsi, kolusi, dan nepotisme menggembosi para oligark," tegasnya.

Faisal lantas membeberkan bentuk perlawanan tersebut. Pertama, ia menghimbau untuk tidak membeli saham perusahaan yang dikuasai oligarki dan sarat dengan praktik KKN.

"Jangan beli saham perusahaan yang dikuasai oligark dan sarat dengan praktik KKN. Kalau masih punya saham mereka: jual segera," katanya.

Kedua, Faisal menyerukan kepada masyarakat untuk mulai memboikot bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun non-BUMN yang masih dan akan terus membiayai perusahaan para kaum oligarki.

"Kita boikot bank-bank BUMN maupun non-BUMN yang masih dan akan terus membiayai perusahaan para oligark, terutama perusahaan tambang batu bara yang sangat tidak ramah lingkungan. Saya akan mulai dari diri saya sendiri dengan menarik seluruh uang yang ada di bank- bank itu," ungkapnya.

Faisal menyebut, perlawanan ini akan digencarkan sampai Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan tindakan luar biasa menyelamatkan KPK.

"Hidup kita mungkin akan lebih susah. Namun, tak ada perjuangan tanpa pengorbanan," cuitannya.

"Perlawanan harus kita gencarkan sampai Presiden melakukan tindakan luar biasa menyelamatkan KPK," pungkas Faisal.

Sebelumnya diberitakan, 75 pegawai KPK, termasuk Novel Baswedan, dinonaktifkan lembaga antirasuah itu karena tidak lolos tes wawasan kebangsaan.

Hal itu diketahui dari Surat Keputusan Pimpinan KPK Nomor 652 Tahun 2021 yang diteken Ketua KPK Firli Bahuri tertanggal 7 Mei 2021. Sementara untuk salinan yang sah, ditandatangani oleh Plh Kabiro SDM Yonathan Demme Tangdilintin.

SK tersebut berisikan penetapan keputusan pimpinan KPK tentang hasil asesmen tes wawasan kebangsaan yang tidak memenuhi syarat dalam rangka pengalihan pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Salah satu diktum dalam SK itu, yakni memerintahkan kepada pegawai yang tidak lolos TWK agar menyerahkan tugas dan tanggung jawab kepada atasan langsungnya sambil menunggu keputusan lebih lanjut alias nonaktif.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati