Netral English Netral Mandarin
05:06wib
Hampir seluruh negara di dunia meningkatkan pembatasan Covid-19 ketika kasus varian Delta melonjak, yang tidak sedikit orang menentangnya. Presiden Joko Widodo mengajak seluruh elemen bangsa bahu-membahu berupaya melawan pandemi Covid-19.
Novel PA 212 Dukung BEM se-Indonesia Turunkan Jokowi, Ferdinand: Jangan 'Coli' Politik Terus!

Sabtu, 03-Juli-2021 00:02

Mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean (FH)
Foto : Twitter Ferdinand Hutahaean
Mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean (FH)
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengomentari pernyataan Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin yang menyatakan mendukung Badan Eksekutif Muda (BEM) se-Indonesia untuk menurunkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Adapun dukungan Novel itu disampaikan terkait dengan kritik dan julukan BEM Universitas Indonesia (UI) kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai 'The King of Lip Service'.

Menurut Ferdinand, dukungan Novel itu tidak mungkin terealisasi karena hanya segelintir BEM yang tidak mendukung Presiden Jokowi.

"Masalahnya Vel, BEM ngga mungkin bisa turunkan Jokowi. BEM yang tak dukung Jokowi itu cuma segelintir," tulis Ferdinand di akun Twitter-nya, Jumat (2/7/2021).

Ferdinand mengatakan, aksi segelintir orang yang mengkritik Jokowi itu jadi heboh karena menyandang predikat sebagai BEM sehingga seolah-olah suara mereka mewakili keseluruhan mahasiswa.

Padahal, lanjutkan, lebih banyak mahasiswa yang merasa tidak terwakilkan dengan segelintir pengurus BEM itu.

"Hanya jadi riuh karena bawa-bawa nama BEM dan predikat sebagai pengurus BEM. Jadi seolah-olah mewakili mahasiswa padahal tidak..!!" cuit @FerdinandHaean3.

Karena itu, Ferdinand mengingatkan Novel supaya menghentikan hasrat politiknya untuk menurunkan Jokowi demi kepuasan diri sendiri.

"Sudah…! Jangan coli (onani/mastrubasi) politik terus..!!" kata Ferdinand menyindir Novel Bamukmin.

Sebelumnya diberitakan, Novel Bamukmin, mendukung BEM UI yang mengkritik dan menjuluki Presiden Jokowi sebagai 'The King of Lip Service'.

Novel juga menyatakan mendukung BEM se-Indonesia untuk menurunkan Jokowi dari jabatan Presiden yang menurutnya sesuai keinginan rakyat.

"Saya mendukung langkah BEM UI dan BEM se-Indonesia untuk menurunkan Jokowi sesuai keinginan rakyat dan konstitusi," kata Novel kepada netralnews.com, Kamis (1/7/2021).

"Dan perlu diketahui sesuai TAP MPR Nomor 6 Tahun 2001 presiden sudah tidak dipercaya rakyat wajib mundur," sambungnya.

Novel kemudian membeberkan alasan dirinya setuju dengan pernyataan BEM UI bahwa Presiden Jokowi kerap mengumbar janji manis tapi tidak direalisasikan.

"Sampai saat ini bukti dari kinerjanya hanya janji-janji belaka, bahkan diduga untuk menutupi janji yang tidak ditepati dengan janji lagi," ujarnya.

Sebagai contoh, Novel menyinggung pernyataan Jokowi yang pernah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa meroket hingga 7 persen.

Selain itu, Novel juga mengungkit pernyataan Jokowi pada 20018 lalu yang menyebut anak-anaknya belum tertarik masuk dunia politik. Namun pada 2020,putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka mengikuti Pilkada Solo dan terpilih menjadi Wali Kota.

Tak cukup sampai di situ, Novel pun mempersoalkan gelaran Pilkada 2020 di tengah pandemi Covid-19 hingga kerumunan pendukung Gibran yang melanggar protokol kesehatan (prokes) saat Pilkada Solo.

"Seperti ekonomi dikatakan meroket dan meroket. Juga dikatakan anaknya tidak berpolitik praktis malah nyatanya dengan menghalalkan segala cara, bahkan Pilkada maut tetap digelar, bahkan sampai sampai menantang prokes dengan selebrasi kemenangan di Solo. Padahal sampai saat ini pandemi terus bergejolak," ungkapnya. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati