Netral English Netral Mandarin
18:47wib
Hingga matchday kedua Euro 2020 (Euro 2021) terdapat satu negara yang sudah dipastikan tersingkir dari ajang sepak bola antarnegara paling bergengsi di Benua Biru yaitu Makedonia Utara. Indonesia sedang didera lonjakan kasus Covid-19 di sebagian besar daerah. Peningkatan kasus ini terlihat dari keterisian tempat tidur di rumah sakit oleh pasien Covid-19.
Novel Sebut Penangkapan Munarman Permainan Komunis, DT: Si Ompong Nunggu Giliran Neh..

Minggu, 02-Mei-2021 16:00

Politisi PDIP, Dewi Tanjung
Foto : Istimewa
Politisi PDIP, Dewi Tanjung
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Pengurus Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin menuding ada permainan Komunis dalam penangkapan mantan petinggi FPI, Munarman.

Tudingan Novel pun mendapat reaksi dari politisi PDIP, Dewi Tanjung. Ia pun mengingatkan Novel yang disebutnya 'ompong' untuk menunggu giliran.

Menurutnya tak ada yang tak mungkin jika dirinya telah merasa bosan melihat sosok Novel diluar penjara. Wanita yang akrab disapa Nyai ini pun mengatakan, Novel harus ditangkap.

"Si Ompong Nunggu Giliran neeehh.. Tunggu aja pengen tau gaya manusia ini kalo di Tangkap Polisi. Apa sih yg ngga mungkin Terjadi apalagi kalo Nyai Udah Bosen liat dia di Luar Penjara.... Kudu langsung di Tangkap," kata Dewi dalam akun Twitternya.

Sebelumnya Novel Bamukmin menyatakan Munarman sebagai pribadi yang taat hukum.

Novel merasa heran atas perlakuan polisi terhadap Munarman, seperti penangkapannya yang dianggap bertentangan dengan asas hukum dan HAM. Kemudian Munarman juga belum diizinkan menemui tim kuasa hukum lantaran terjerat kasus terorisme.

"Saya rasa semua juga heran kenapa Munarman dilakukan seperti itu. Yang jelas Munarman sebagai punggawa hukum yang kami selalu dituntun agar mengedepankan langkah hukum ketimbang ambil langkah main hakim sendiri," kata Novel.

Novel menuding ada kongkalikong di level elit hingga Munarman harus ditangkap. Padahal kejadian yang menjeratnya sudah terlewat bertahun-tahun. "Dengan iklim politik yang tidak sehati akhirnya Munarman jadi korban kepentingan politik yang diduga permainan komunis," tuding Novel.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sulha Handayani