Netral English Netral Mandarin
08:24wib
Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) mengaku sudah menyelesaikan 24 masalah yang tertunda ke Badan Anti Doping Dunia (WADA). Pemerintah berencana memberikan vaksin Covid-19 booster pada masyarakat.
Novel Siap Dampingi Anies di Pilpres 2024, Ferdinand: Pasangan yang Sangat Cocok...

Jumat, 13-Agustus-2021 10:35

Ferdinand Hutahaean
Foto : Istimewa
Ferdinand Hutahaean
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaen mengomentari pernyataan Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin yang mengaku siap jika diminta menjadi calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Anies Baswedan di Pilpres 2024.

Menurut Ferdinand, Anies-Novel adalah pasangan yang sangat cocok kalau memimpin di Jalur Gaza, bukan di Indonesia.

"Menurutku sih pasangan Anies-Novel sangat cocok memimpin di Jalur Gaza, saya dukung bahkan saya siap bantu dana kampanye..!!" tulis Ferdinand di akun Twitternya, seperti dilihat netralnews.com, Jumat (13/8/2021).

Sebelumnya diberitakan, Novel Bamukmin mengaku siap jika dirinya diminta menjadi cawapres mendampingi Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) di Pilpres 2024 mendatang.

"Siap (maju sebagai cawapres mendampingi Anies). Karena hak warga negara Indonesia untuk memilih dan dipilih, dan dilindungi undang-undang," kata Novel kepada netralnews.com, Kamis (12/8/2021).

"Tentunya semua dengan izin Allah serta doa dan dukungan dari ulama dan umat islam, karena sejatinya negara ini merdeka dengan peran penuh ulama, tokoh dan umat dan peranan umat sudah bangkit di ABI (Aksi Bela Islam) 212," ujarnya.

Novel menyebut, dirinya akan bersilaturahmi ke tokoh agama, tokoh masyarakat dan sowan ke sejumlah partai politik untuk mencari dukungan agar bisa maju di Pilpres 2024 berpasangan dengan Anies.

"Persiapan tentunya akan silaturahim ke para ulama serta tokoh masyarakat dan juga partai-partai, tentunya juga sebagai ulama sudah seperti biasanya bersama mereka dalam berdakwah," ungkapnya.

Novel bertekad, jika terpilih menjadi wapres, maka ia akan mengabdikan seluruh hidupnya demi bangsa dan negara.

Bahkan, Ketua DPP bidang dakwah Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) itu rela tak digaji kalau menjabat sebagai wakil presiden.

"Saya harus siap berkorban untuk negara dan bangsa. Jangankan tidak digaji sebagai wapres, bahkan saya pernah masuk penjara melawan penista agama ketika itu," pungkas Novel.  

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P