Netral English Netral Mandarin
18:38wib
Hingga matchday kedua Euro 2020 (Euro 2021) terdapat satu negara yang sudah dipastikan tersingkir dari ajang sepak bola antarnegara paling bergengsi di Benua Biru yaitu Makedonia Utara. Indonesia sedang didera lonjakan kasus Covid-19 di sebagian besar daerah. Peningkatan kasus ini terlihat dari keterisian tempat tidur di rumah sakit oleh pasien Covid-19.
Novel Siap Lawan Keputusan Firli Nonaktifkan 75 Pegawai KPK, Ferdinand: Itu Kewenangan Pimpinan Cuk..!

Rabu, 12-Mei-2021 05:53

Mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean (FH)
Foto : Istimewa
Mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean (FH)
20

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menyindirPenyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Hal ini berawal dari sikap Novel yang menentang keputusan Ketua KPK Firli Bahuri terkait penonaktifan 75 pegawai lembaga antirasuah yang tak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK).

Novel mengatakan tim kuasa hukum dari koalisi masyarakat sipil akan melihat surat keputusan yang dikeluarkan Firli untuk 75 pegawai tersebut.

"Karena agak lucu juga, SK-nya kan SK pemberitahuan hasil asesmen tapi kok di dalamnya menyebut menyerahkan tugas dan tanggung jawab, bukan pemberhentian," kata Novel kepada wartawan, Selasa (11/5/2021).

Menurut Ferdinand, sebagai penyidik seharusnya Novel paham aturan bukannya menentang keputusan pimpinan.

"Penyidik itu penegak aturan, mestinya paham aturan. TWK itu bagian dari aturan, mk tak boleh dilawan tp hrs diikuti," tulis Ferdinand di akun Twitternya, Selasa (11/5/2021).

Lebih lanjut Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI) ini menambahkan menyerahkan tanggung jawab dan pekerjaan itu artinya dinonaktifkan bukan diberhentikan dan itu merupakan kewenangan pimpinan.

"Menyerahkan tanggung jawab dan pekerjaan kpd lembaga itu artinya kalian di non jobkan bkn diberhentikan. Itu kewenangan pimpinan cuk..!

Reporter : Sesmawati
Editor : Nazaruli