Netral English Netral Mandarin
16:49wib
Ebrahim Raisi dinyatakan sebagai presiden terpilih Iran setelah penghitungan suara pada Sabtu (19/6/2021). Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito terkonfirmasi positif Covid-19 menyusul aktivitasnya yang padat dalam dua pekan terakhir ini.
NTT Intensif Tanam Sorgum, Luasnya Ditarget 3200 Hektare

Selasa, 30-Maret-2021 19:40

Petani NTT giat menanam Sorgum sebagai alternatif makanan pokok
Foto : Mongabay
Petani NTT giat menanam Sorgum sebagai alternatif makanan pokok
18

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur Lecky Koli mengatakan luas tanam tanaman sorgum yang tengah dikembangkan di provinsi setempat pada 2021 sedang menuju 3.200 hektare yang tersebar di provinsi berbasiskan kepulauan itu.

“Luas tanam sorgum kita di NTT terus bertambah dari 2020 lalu kita tanam seluas 2.800 hektare, tahun 2021 ini kita sudah 2.000-an hektare menuju 3.200 Ha," katanya di Kupang, Selasa.

Ia mengatakan  akan terus berupaya meningkatkan pengembangan sorgum yang dimanfatkan untuk kebutuhan konsumsi maupun peternakan.

Tanaman sorgum tidak hanya menghasilkan beras sorgum, namun batang dan daun juga dapat digunakan untuk kebutuhan bahan pakan ternak.

Baca Juga :

"Bila dilakukan dalam skala besar akan sangat membantu mendukung produksi bahan pakan ternak, juga bisa dimanfaatkan untuk bioetanol," katanya.

Lecky menginginkan agar luas tanam sorgum di provinsi ini bisa mencapai 50.000 ha di tahun 2022.

Dengan lahan tanam seluas itu maka harus disiapkan 1.000 unit mesin pencacah batang dan daun untuk bisa menghasilkan pakan ternak yang banyak.

Pemerintah provinsi, lanjut manan Kepala Bappeda NTT itu saat ini tengah melakukan proses pembibitan yang selanjutnya akan disalurkan untuk ditaman pada lahan-lahan yang disiapkan bersama pemerintah kabupaten/kota.

"Jadi kita akan mensorgumkan NTT, dan siap integrasikan bersama Dinas Peternakan dan Disperindag untuk memdorong agar bisa berkontribusi besar bagi ekonomi NTT terutama mengatasi masalah kemiskinan dan stunting," katanya. Demikian dilansir dari Antara. 

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sulha Handayani