Netral English Netral Mandarin
00:57wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Ogah Puja-puji Presiden Jokowi Seperti Ketum Parpol Lain, PKS Justru Fokus Lihat Sisi Negatifnya

Rabu, 01-September-2021 20:18

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera
Foto : Istimewa
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera
27

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menilai wajar jika ketua umum partai politik (parpol) koalisi pemerintah memuji kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pasalnya, menurut Mardani, para ketum parpol itu berada dalam satu koalisi dan mereka hanya melihat kinerja pemerintah dari dari sisi positifnya.

Hal tersebut disampaikan Mardani mengomentari pujian ketum parpol koalisi pemerintah kepada Presiden Jokowi dalam pertemuan di Istana Negara beberapa hari lalu.

"Wajar pujian itu, kan satu koalisi. Karena sisi yang dilihat yang positif," tulis Mardani di akun Twitternya, seperti dilihat netralnews.com, Rabu (1/8/2021).

Selain sisi positif, lanjutnya, ada sisi lain dari pemerintah yang juga mesti dikritisi, di antaranya soal utang luar negeri, masalah demokrasi, hingga tingginya angka kematian akibat Covid-19.

"Tapi sisi utang luar negeri yang membengkak, indeks demokrasi yang turun hingga jumlah kematian akibat Covid-19 yang lebih dari 130 ribuan orang adalah fakta lain yang mesti dikritisi," ujar Mardani.

Menurut Anggota Komisi II DPR itu, dengan dukungan politik yang besar, harusnya Presiden Jokowi bisa bekerja lebih efektif menyelesaikan berbagai persolaan bangsa saat ini.

"Mestinya dengan kekuasaan & dukungan politik yang besar, Pak @jokowi bisa bekerja lebih efektif & lebih bisa menjaga negeri," ujar Mardani.

PKS sendiri, kata Mardani, akan tetap mengawal pemerintah lewat kritik yang solutif dan konstruktif terhadap kebijakan yang negatif agar pemerintahan Jokowi tak berpuas diri.

"PKS istikamah mengawal Pemerintah dengan kritik yang solutif & konstruktif, karena itu PKS akan terus lihat sisi negatif agar Pemerintahan Pak Jokowi tidak berpuas diri," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi bertemu dengan pimpinan partai koalisi pendukung pemerintah di Istana Negara, Jakarta pada Rabu (25/8/2021).

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah ketum parpol memuji kinerja Jokowi, terutama dalam menangani pandemi Covid-19, salah satunya Ketum Gerindra Prabowo Subianto.

Prabowo mengatakan, kepemimpinan Jokowi efektif dan berada di jalur yang benar dalam menangani pandemi Covid-19. Keputusan yang diambil Jokowi, disebutnya cocok dengan rakyat.

Karenanya, Prabowo mengaku menaruh hormat kepada Jokowi dan mengapresiasi kerja Kabinet Indonesia Maju yang dinilainya kompak bekerja menangani pandemi Covid-19. Menteri Pertahanan itu juga meminta Presiden untuk tidak menghiraukan suara sumbang yang memperkeruh suasana.

"Kami rasa bahwa dengan suara-suara yang ingin memperkeruh keadaan itu tidak perlu dihiraukan. Kita sudah ada di jalan yang benar. Kepemimpinan Pak Jokowi efektif Pak. Saya mengakui itu dan saya hormat ke Bapak. Saya lihat, saya saksi, saya ikut di kabinet," kata Prabowo, dikutip dari video yang diunggah di akun YouTube Sekretariat Presiden pada Sabtu (28/8/2021).

"Kepemimpinan, keputusan-keputusan Bapak cocok untuk rakyat. Tim kita saya kira bagus, tim kita di kabinet cukup kompak dan kita kerjanya baik. Jadi, mohon Bapak jangan ragu, we are on the right track," ungkap Prabowo. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli