• News

  • Olahraga

Arsenal Juara FA, Arteta Kirim Pesan ‘Optimistis Cum Ambisius‘ kepada para Suporter

Manajer Arsenal Mikel Arteta melakukan selebrasi bersama Aubameyang usai meraih trofi Piala FA.
Twitter Arsenal
Manajer Arsenal Mikel Arteta melakukan selebrasi bersama Aubameyang usai meraih trofi Piala FA.

LONDON, NETRALNEWS.COM - Manajer Arsenal, Mikel Arteta, mengirimkan pesan 'optimistis cum ambisius' kepada para suporter setelah mengantarkan timnya juara Piala FA, menyebut raihan itu baru sebuah permulaan.

Arsenal menjadi juara setelah mengalahkan Chelsea 2-1 dalam laga final Piala FA di Wembley, London, Sabtu waktu setempat (Minggu 1/8/2020 WIB).

"Ini permulaan bagus!" kata Arteta dalam komentar pascalaga dilansir laman resmi Arsenal.

"Terima kasih banyak selalu mendukung kami dan sambutan yang saya dapat sejak hari pertama," ujarnya menambahkan.

Pernah mengemban ban kapten Arsenal, Arteta mengaku paham bahwa klub London itu punya standard yang tinggi dan ia ingin memenuhi itu semua.

"Saya tahu ada ekspetasi tersendiri dan trofi ini untuk mereka, untuk dinikmati dan agar mereka tetap bangga terhadap klub ini dan atas semua dukungan terhadap para pemain selama ini," ujarnya.

"Semoga para suporter bisa menikmati ini bersama-sama sembari tetap memperhatikan praktik jaga jarak," kata Arteta menambahkan, sembari mengingatkan anjuran jaga jarak selama pandemi COVID-19.

Arteta menegaskan sejak ia dipercaya mengemban tugas sebagai manajer The Gunners targetnya hanya satu yakni menumbuhkan kepercayaan di antara para pemain dan staf yang ada bahwa klub itu bisa sukses.

"Mari mengubah semangat dan mentalitas itu," ujarnya.

"Menyaksikan para pemain di ruang ganti, menikmati profesionalisme mereka... membuat saya semakin bangga bahwa pada akhirnya kami bisa meraih trofi bersama-sama," pungkas Arteta.

Arteta jadi orang ke-18 yang berhasil menjuarai Piala FA baik sebagai pemain maupun pelatih. Ia menjuarainya kala masih berseragam Arsenal pada 2013/14 dan 2014/15.

Di Arsenal sendiri, ia jadi orang kedua yang melakukannya setelah George Graham, yang juara sebagai pemain pada 1970/71 dan pelatih pada 1992/93.

Editor : Nazaruli